Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,89 Persen, Lampaui Capaian Nasional

Bandung (BRS) – Perekonomian Jawa Barat menunjukkan kinerja positif pada triwulan III 2026 dengan pertumbuhan mencapai 5,89 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,47 persen pada periode yang sama.

Pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang sejumlah sektor usaha utama, terutama konstruksi, industri pengolahan, dan perdagangan. Ketiga sektor tersebut mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 9,10 persen, 4,98 persen, dan 4,13 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, selain sektor-sektor dominan tersebut, sejumlah lapangan usaha juga mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 14,54 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,46 persen, serta Transportasi dan Pergudangan mencapai 13,61 persen.

Sementara itu, sektor Jasa Lainnya juga mengalami pertumbuhan sebesar 12,18 persen.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen,” kata Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

Selain konsumsi pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau komponen investasi tumbuh sebesar 8,85 persen. Kemudian, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,66 persen.

Adapun konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu komponen penting dalam perekonomian daerah tumbuh sebesar 5,93 persen. Sementara itu, ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan sebesar 3,02 persen.

Di sisi lain, impor barang dan jasa tercatat tumbuh lebih tinggi, yakni 6,11 persen. Kondisi tersebut menyebabkan komponen net ekspor Jawa Barat mengalami kontraksi sebesar 7,73 persen.

Paparan BPS Jawa Barat tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 berlangsung dengan dukungan sejumlah sektor usaha dan komponen pengeluaran, dengan konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *