PLN Targetkan 2.710 Keluarga Prasejahtera di Jabar Nikmati Listrik Mandiri

Bandung Barat (BRS) – Sebanyak 2.710 keluarga prasejahtera di Jawa Barat ditargetkan mendapatkan sambungan listrik gratis melalui program Light Up The Dream (LUTD) PT PLN (Persero) hingga Desember 2026. Program yang melibatkan berbagai entitas PLN Group ini menyasar masyarakat yang belum mampu memasang sambungan listrik sendiri meskipun jaringan listrik telah tersedia di lingkungan tempat tinggalnya.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 873 keluarga prasejahtera di Jawa Barat telah menerima sambungan listrik gratis. Salah satu penyalaan dilakukan di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.

Melalui program bertema Sambung Listrik, Sambung Harapan: Bersama Menghadirkan Terang tersebut, PLN membantu keluarga penerima manfaat memiliki sambungan listrik mandiri. Di Desa Sadangmekar, dua penerima manfaat, Tatang dan Caca, sebelumnya harus menyalurkan listrik dari rumah saudara karena keterbatasan ekonomi.

Kini, keduanya telah memiliki sambungan listrik sendiri dengan daya 450 VA untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga.

General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, peringatan HLN ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemerataan akses listrik, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat mampu menikmati layanan kelistrikan secara mandiri.

“Masih ada saudara-saudara kita yang rumahnya sudah terjangkau jaringan listrik, tetapi belum mampu memiliki sambungan sendiri karena keterbatasan ekonomi. Melalui Light Up The Dream, kami ingin menjembatani kondisi tersebut dengan menggerakkan kepedulian seluruh insan PLN agar semakin banyak keluarga dapat menikmati listrik secara mandiri,” ucap Joharifin dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Program LUTD didukung donasi sukarela pegawai PLN UID Jawa Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta kolaborasi sejumlah entitas PLN Group. Mereka meliputi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, PLN Pusharlis, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, PLN Electricity Services Unit Pelaksana 1 Jawa Barat, dan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat.

Menurut Joharifin, kolaborasi tersebut memperkuat upaya memperluas jangkauan program yang telah berjalan secara konsisten. Sejak 2023, insan PLN UID Jawa Barat telah berkontribusi menghadirkan 4.124 sambungan listrik gratis melalui LUTD.

Ia berharap, kepemilikan sambungan listrik mandiri dapat membantu keluarga penerima manfaat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, mendukung pendidikan anak, hingga membuka peluang untuk mengembangkan usaha produktif.

“Setiap rumah yang kini memiliki listrik sendiri menyimpan harapan baru. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, keluarga dapat beraktivitas dengan lebih baik, dan peluang ekonomi pun semakin terbuka. Kami ingin terang yang dihadirkan PLN benar-benar menjadi energi bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Joharifin.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Slamet Mulyanto menilai, keterlibatan PLN Group membantu memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat yang kurang mampu. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Group yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan contoh bagi kita semua bahwa kita bisa melakukan hal yang sama,” ujar Slamet.

Penentuan penerima manfaat program LUTD dilakukan melalui survei kondisi lapangan bersama perangkat desa dengan memprioritaskan keluarga prasejahtera. Masyarakat yang membutuhkan juga dapat mengajukan bantuan melalui kader desa sesuai persyaratan yang berlaku.

Kepala Desa Sadangmekar Dede Paridi mengapresiasi bantuan tersebut karena memberikan kesempatan kepada warga kurang mampu untuk memiliki sambungan listrik sendiri. Menurutnya, program ini bermanfaat bagi keluarga yang selama ini masih bergantung pada sambungan listrik milik kerabat maupun tetangga.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan kepada warga kami. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan, termasuk fasilitas umum seperti kantor desa dan posyandu yang juga memerlukan sambungan listrik mandiri,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed