WJX 2026 Bidik Transaksi Rp750 Miliar, Disperindag Jabar Kurasi 40 UMKM Unggulan

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membidik transaksi ekspor senilai Rp750 miliar melalui ajang West Java Expo (WJX) 2026. Untuk mengejar target tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menyiapkan 40 UMKM unggulan yang akan mengikuti pameran pada 15–18 Oktober 2026 di BSD.

Target transaksi tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi WJX 2025 yang mencapai Rp326,61 miliar. Sementara pada penyelenggaraan 2024, transaksi tercatat sebesar Rp5,92 miliar.

Kepala Disperindag Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan, peningkatan transaksi dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah daerah dalam mendorong produk unggulan Jabar menembus pasar internasional.

“Dengan animo pembeli yang tinggi atas produk Jabar, kami optimistis bisa mencapai target Rp750 miliar,” ujar Nining dalam kegiatan Bewara Jabar (Beja) Vol. 19 bertajuk Road to Paviliun WJX 2026 di Gedung Sate, Jumat akhir pekan lalu.

Menurut Nining, minat terhadap WJX 2026 juga terlihat dari sekitar 8.000 calon pembeli dari dalam dan luar negeri yang telah menyatakan ketertarikan untuk hadir.

Untuk memastikan produk yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan pasar, Disperindag Jabar menyeleksi 40 UMKM tersebut melalui proses kurasi dari ribuan UMKM yang mendaftar.

Ke-40 UMKM itu mewakili empat kategori produk, yakni fashion, makanan dan minuman (food and beverage), furnitur dan dekorasi rumah (furniture and home decor), serta perawatan pribadi (personal care).

Nining menjelaskan, pemilihan kategori tersebut mempertimbangkan potensi pasar ekspor, pertumbuhan usaha, nilai tambah produk, serta tingkat diferensiasi yang dapat menjadi keunggulan di pasar internasional.

Ketersediaan bahan baku juga menjadi pertimbangan karena mendukung pengolahan produk lebih lanjut atau hilirisasi. Selain itu, kategori produk tersebut dinilai telah memiliki pasar yang relatif dikenal, terutama di kawasan Timur Tengah dan Amerika.

Disperindag Jabar pun berupaya memastikan keikutsertaan UMKM dalam pameran tidak berhenti pada promosi produk, tetapi berlanjut hingga terjadinya transaksi ekspor.

“Ekspor Jabar cukup tinggi, tetapi potensinya tentu masih akan terus dikembangkan. Disperindag akan terus mendampingi 40 UMKM ini sehingga proses transaksi ekspor dapat terlaksana,” kata Nining.

Pendampingan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM menjaga kualitas produk sesuai standar pembeli serta memastikan kontinuitas produksi. Kedua aspek itu menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Salah satu peserta WJX 2026, Saeful dari PT Mekar Saluyu Grup, menargetkan transaksi hingga Rp30 miliar melalui penawaran produk kopi kepada calon pembeli dari Timur Tengah dan Eropa.

Saeful mengapresiasi pendampingan yang diberikan Disperindag Jabar dalam membantu pelaku usaha mengembangkan pasar dan memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *