Kab. Bandung (BRS) – Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu panggung perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah tim dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan dijadwalkan bertanding di stadion tersebut dalam rangkaian turnamen yang berlangsung dari 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Di balik pertandingan yang mempertemukan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan di Grup B, kesiapan berbagai fasilitas pendukung menjadi bagian penting dari penyelenggaraan ajang internasional tersebut. Salah satunya adalah pasokan listrik yang menopang aktivitas pertandingan dan seluruh fasilitas di stadion.
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat menyiagakan 80 personel untuk mengawal keandalan kelistrikan selama FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung di Si Jalak Harupat. Pengamanan dilakukan dengan sistem berlapis untuk memastikan pasokan listrik tetap tersedia selama pertandingan.
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya menerapkan konsep Zero Down Time (ZDT). Skema tersebut disiapkan untuk memberikan dukungan pasokan berlapis pada titik-titik vital pertandingan, sehingga kebutuhan listrik tetap dapat dipenuhi apabila terjadi kendala pada sumber pasokan utama.
Dukungan teknis itu diperkuat dengan tiga Unit Gardu Bergerak (UGB), lima unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta dua unit genset yang disiagakan selama rangkaian turnamen.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, kesiapan kelistrikan menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap Jawa Barat yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional maupun internasional.
“Ajang internasional seperti FIFA ASEAN Cup membawa nama Indonesia dan Jawa Barat. Karena itu, kami ingin memastikan dukungan kelistrikan terbaik melalui sistem yang andal dan pengamanan berlapis. PLN hadir untuk memastikan kebutuhan listrik selama pertandingan dapat terpenuhi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar,” ucap Joharifin dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, keberadaan listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jalannya pertandingan, meskipun tidak selalu terlihat oleh penonton. Pencahayaan stadion, perangkat pertandingan hingga berbagai fasilitas pendukung membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
“Listrik mungkin tidak selalu terlihat ketika pertandingan berlangsung, tetapi perannya sangat vital. Mulai dari pencahayaan stadion, perangkat pertandingan hingga berbagai fasilitas pendukung membutuhkan pasokan yang andal. Karena itu, kami memastikan sistem kelistrikan telah dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan turnamen ini,” katanya.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, PLN melakukan pengecekan jaringan dan gardu yang memasok Stadion Si Jalak Harupat sebelum pertandingan berlangsung. Pemeriksaan juga mencakup kesiapan berbagai peralatan pendukung serta pemetaan titik-titik prioritas yang membutuhkan pengamanan kelistrikan.
Sementara itu Manajer PLN UP3 Majalaya Widodo mengatakan, seluruh lapisan pengamanan dipastikan siap beroperasi selama pertandingan. Puluhan personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis agar dapat merespons dengan cepat jika terjadi gangguan.
“Kami memastikan seluruh sistem siap, mulai dari jaringan dan gardu yang memasok stadion hingga peralatan pendukung berupa tiga UGB, lima UPS, dan dua genset. Sebanyak 80 personel juga kami siagakan di titik-titik strategis. Selama pertandingan, kondisi kelistrikan akan terus kami pantau agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat,” kata Widodo.
Persiapan kelistrikan juga dilakukan melalui koordinasi teknis antara PLN, pengelola stadion dan pihak terkait. Koordinasi mencakup kebutuhan listrik pada titik prioritas, pengaturan sumber pasokan dan sistem cadangan hingga prosedur penanganan ketika terjadi kondisi darurat.
Dengan pengamanan berlapis tersebut, PLN mengawal kebutuhan kelistrikan Stadion Si Jalak Harupat selama rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung hingga 5 Oktober mendatang.








