Investor Jangan Cuma Lihat Harga Saham, Kenali Bisnis Perusahaan Lewat Public Expose

Jakarta (BRS) – Pergerakan harga saham memang menjadi salah satu perhatian utama investor. Namun, melihat naik-turunnya harga saham saja belum cukup untuk memahami sebuah perusahaan secara utuh.

Investor juga perlu mengetahui bagaimana kondisi bisnis, kinerja, strategi yang dijalankan manajemen, hingga prospek perusahaan ke depan. Informasi tersebut penting sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan investor untuk mengenal lebih jauh perusahaan di balik saham yang dimilikinya adalah Public Expose Live 2026. Melalui kegiatan ini, manajemen Perusahaan Tercatat memaparkan perkembangan bisnis, kinerja, strategi, serta prospek perusahaan secara langsung kepada publik.

Dengan begitu, investor maupun masyarakat tidak hanya melihat perusahaan dari pergerakan harga saham, tetapi juga dapat memahami perkembangan usaha yang menjadi dasar kinerja perusahaan.

Sepanjang 2026, Public Expose Live digelar dalam dua rangkaian kegiatan. Rangkaian pertama telah berlangsung secara virtual pada 9–11 Juni 2026 dan diikuti delapan Perusahaan Tercatat sebagai bagian dari upaya peningkatan free float.

Sementara rangkaian kedua digelar pada 7–11 September 2026 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Sebanyak 45 Perusahaan Tercatat berpartisipasi dalam penyelenggaraan tersebut.

Format virtual membuat akses terhadap informasi perusahaan semakin terbuka. Investor dan masyarakat dari berbagai daerah dapat mengikuti pemaparan manajemen tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Direktur BEI Saidu Salihin mengatakan, keterbukaan informasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal. Menurutnya, Public Expose Live menjadi salah satu upaya memperluas akses investor terhadap informasi mengenai Perusahaan Tercatat.

“Kepercayaan merupakan fondasi penting bagi pasar modal. Kepercayaan tersebut perlu terus kita jaga melalui keterbukaan informasi yang jelas, akurat, dan konsisten. Bagi investor, informasi menjadi dasar untuk memahami perusahaan tempat mereka menanamkan modalnya,” ucap Saidu dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, investor perlu mengetahui kondisi usaha perusahaan, pertumbuhan yang dicapai, cara manajemen mengelola risiko, serta persiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Karena itu, Saidu berharap Public Expose Live tidak berhenti sebagai agenda pemaparan informasi, tetapi juga dapat memperkuat hubungan dan komunikasi antara perusahaan dengan investor.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka, serta kepercayaan yang terus terjaga. Ketiganya merupakan fondasi penting untuk membangun pasar modal Indonesia yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” katanya.

Penyelenggaraan Public Expose Live 2026 juga menjadi bagian dari implementasi delapan Rencana Aksi Akselerasi Reformasi Pasar Modal. Program tersebut diarahkan, antara lain, untuk memperluas akses informasi, memperkuat pelindungan investor, serta mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.

Bagi investor, mengikuti Public Expose Live dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal Perusahaan Tercatat secara lebih dekat. Informasi dari pemaparan manajemen juga dapat digunakan untuk melengkapi sumber informasi lain, seperti laporan keuangan dan keterbukaan informasi perusahaan.

Meski demikian, informasi yang disampaikan dalam Public Expose Live bukan merupakan rekomendasi untuk membeli ataupun menjual saham tertentu. Investor tetap perlu melakukan analisis secara mandiri dengan mempertimbangkan profil risiko serta tujuan investasinya.

Investor dan masyarakat dapat menyaksikan pemaparan 45 Perusahaan Tercatat dalam Public Expose Live 2026 secara virtual melalui kanal resmi pubexlive.idx.co.id pada 7–11 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed