UMKM Jabar Pecahkan Rekor, Sunda Karsa Fest 2026 Bukukan Transaksi Rp53,75 Miliar

Bandung (BRS) – Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 membuktikan diri bukan sekadar ajang pameran produk UMKM. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival yang digagas Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu sukses mencatat transaksi hingga Rp53,75 miliar, meningkat sekitar 170 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan nilai transaksi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa produk-produk unggulan Jawa Barat semakin mampu menarik minat konsumen sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini konsisten mendorong kemajuan UMKM dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

“Keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari besarnya transaksi atau ramainya pengunjung. Yang paling penting adalah semakin tumbuhnya kepercayaan diri para pelaku UMKM untuk terus berkarya, menjaga kualitas, dan berinovasi agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” kata Erwan saat menutup Sunda Karsa Fest 2026 di Trans Convention Centre Bandung, Minggu (28/6/2026).

Festival yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (GBWI).

Sebanyak 260 tenant dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, halal lifestyle, desa wisata hingga komoditas ketahanan pangan. Seluruhnya dikemas dalam satu ekosistem yang mempertemukan promosi, transaksi, edukasi, hingga peluang kerja sama bisnis.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi yang solid antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dekranasda, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan para pelaku UMKM.

“Sunda Karsa Fest bukan hanya menjadi etalase produk unggulan Jawa Barat, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, membuka peluang pembiayaan, serta memperkuat daya saing UMKM,” kata Junanto.

Menurutnya, keberhasilan festival tersebut menunjukkan bahwa pembinaan UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan mulai memberikan hasil nyata. Produk lokal Jawa Barat kini semakin siap memasuki pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar ekspor.

Selain mencatat transaksi puluhan miliar rupiah, Sunda Karsa Fest 2026 juga disambut antusias masyarakat dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 142 ribu orang selama tiga hari pelaksanaan. Tingginya jumlah pengunjung memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap produk-produk lokal berkualitas yang dihasilkan UMKM Jawa Barat.

Dari sektor perdagangan internasional, kegiatan ini turut menghasilkan realisasi ekspor senilai Rp4,6 miliar berupa green bean kopi robusta ke Mesir. Tak hanya itu, juga tercipta potensi ekspor sekitar Rp4,7 miliar untuk komoditas kopi arabika dan makanan kemasan dengan tujuan Vietnam dan Jepang.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, dua UMKM memperoleh akses kredit perbankan senilai Rp1,8 miliar, memperkuat peran festival ini sebagai jembatan antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan.

Prestasi lain yang turut membanggakan adalah lolosnya 17 UMKM Jawa Barat dalam kurasi nasional untuk tampil pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Mereka terdiri atas delapan UMKM sektor wastra dan fesyen serta sembilan UMKM sektor makanan dan minuman.

Sebagai bentuk penguatan sinergi jangka panjang, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan Dekranasda Provinsi Jawa Barat juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam pengembangan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, kapasitas usaha, serta perluasan akses pasar.

Junanto menegaskan, keberhasilan Sunda Karsa Fest 2026 menjadi modal penting untuk membawa lebih banyak UMKM Jawa Barat naik kelas.

“Momentum ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus membangun UMKM yang tangguh, inovatif, berorientasi ekspor, dan mampu bersaing di pasar global. Sinergi yang sudah terbangun akan terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas bagi perekonomian Jawa Barat,” tutupnya.

 

Foto Atas: Kepala BI Jabar Junanto Herdiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *