Pangandaran (BRS) – Momentum libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah mulai dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur ke kawasan pantai selatan Jawa Barat. Meski belum seramai musim libur Lebaran, Kabupaten Pangandaran diprediksi tetap mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mulai akhir pekan ini.
Pelaku usaha pariwisata, hotel, hingga pengelola objek wisata di Pangandaran pun mulai bersiap menghadapi lonjakan wisatawan yang diperkirakan terjadi pada Jumat hingga Minggu mendatang. Kondisi cuaca yang relatif cerah dan ombak laut yang masih aman dinilai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di kawasan pesisir.
Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, sepanjang Mei 2026 Pangandaran diuntungkan dengan sejumlah momentum long weekend yang mendorong pergerakan wisatawan ke daerah wisata.
“Untuk kondisi Pangandaran saat ini sebenarnya sangat nyaman dikunjungi. Cuaca bagus, laut juga sedang tenang. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berlibur di pantai,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Menurut Agus, tingkat okupansi hotel dan penginapan selama awal libur Idul Adha memang belum setinggi saat libur Lebaran ataupun long weekend Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya optimistis kunjungan wisatawan akan mulai meningkat menjelang akhir pekan.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang menunda perjalanan wisata karena bertepatan dengan persiapan masuk sekolah tahun ajaran baru. Kondisi tersebut cukup memengaruhi tingkat hunian hotel, terutama untuk wisata keluarga.
“Momentum libur panjang ini bertepatan dengan persiapan masuk sekolah. Banyak orang tua yang masih fokus mengurus anaknya untuk masuk SMP atau SMA, sehingga sedikit berpengaruh terhadap okupansi,” katanya.
Meski begitu, Pangandaran dinilai tetap menjadi destinasi favorit wisatawan lokal, khususnya dari wilayah Jawa Barat dan kota-kota sekitar. Sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Pangandaran, Batu Karas, Batu Hiu hingga Pantai Madasari diprediksi mulai dipadati pengunjung pada Sabtu dan Minggu.
“Saya kira mulai besok sampai akhir pekan okupansi akan naik. Memang tidak seramai saat Paskah atau Kenaikan Yesus Kristus, tetapi tetap ada peningkatan kunjungan,” ungkap Agus.
Di sisi lain, tim penyelamat pantai dan pengelola wisata juga meningkatkan kesiapsiagaan selama libur panjang berlangsung. Wisatawan diimbau tetap berhati-hati saat beraktivitas di area pantai maupun laut karena kondisi cuaca saat ini memasuki masa peralihan musim.

Ketua SAR Barakuda Kabupaten Pangandaran Sakio Andrianto mengatakan perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk hujan dan angin kencang yang datang mendadak.
“Kadang hujan dan angin datang mendadak. Arus dan gelombang juga bisa berubah cepat, terutama karena Pangandaran berhadapan langsung dengan Samudra Hindia,” kata Sakio.
Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi wisata pantai di Pangandaran masih aman untuk dikunjungi selama wisatawan mematuhi arahan petugas keselamatan pantai.
Selain mengandalkan momentum libur panjang, Pangandaran juga bersiap menggelar tradisi tahunan Hajat Laut atau Syukuran Nelayan pada 16 Juni 2026 mendatang. Agenda budaya tersebut diproyeksikan menjadi magnet baru untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Hajat Laut sekarang tidak hanya menjadi tradisi nelayan, tapi juga kami dorong menjadi event pariwisata. Akan ada karnaval dongdang, perahu hias, tabur bunga hingga pagelaran wayang golek,” tutur Agus.
Kolaborasi antara wisata pantai dan agenda budaya diyakini mampu memperkuat daya tarik Pangandaran sebagai salah satu destinasi unggulan di selatan Jawa Barat selama musim libur panjang 2026.













