Bandung (BRS) – Universitas Padjadjaran (Unpad) terus memperkuat langkahnya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global. Komitmen itu ditegaskan melalui kegiatan Employer Meeting: Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026 yang digelar di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Senin (18/5/2026) kemarin.
Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja di era digital. Tema yang diangkat menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Rektor Arief S. Kartasasmita menegaskan, dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan industri dan pemerintah. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang diakui dunia kerja sekaligus bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Pertemuan hari ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan konsolidasi agar kemajuan yang dicapai Unpad benar-benar diakui dan dirasakan manfaatnya di dunia kerja maupun masyarakat,” kata Arief, dikutip dari siaran pers Unpad, Selasa (19/5/2026).
Selain dihadiri para mitra strategis Unpad, forum tersebut juga mendatangkan dua menteri dari Kabinet Merah Putih yang dalam paparannya menitikberatkan pada pembahasan transformasi digital dan pembentukan SDM yang berkualitas.
Dalam paparannya, Menteri PANRB RI Rini Widyantini mengatakan perubahan global telah mendorong otomatisasi di berbagai sektor sehingga kebutuhan keterampilan kerja ikut berubah dengan cepat.
“Kita harus terus melakukan transformasi yang mengarah pada penguatan digital. Perubahan global menuju otomatisasi mengubah kebutuhan keterampilan kerja, pendidikan, hingga layanan publik,” kata Rini.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi baru melalui penyediaan SDM berkualitas. Ia mengapresiasi keterlibatan Unpad dalam mendukung Program Transmigrasi Patriot yang digagas pemerintah.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengabdi sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Daerah tidak akan berkembang tanpa sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntadi. Ia menyoroti masih tingginya kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
“Kesenjangan kompetensi ini harus dipersempit melalui penguatan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas,” katanya.
Selain menghadirkan diskusi lintas sektor, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Unpad dan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kerja sama itu difokuskan pada peningkatan kualitas SDM serta penguatan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Unpad turut menyalurkan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa. Salah satunya berasal dari Dana Abadi Unpad dengan total nilai lebih dari Rp1,6 miliar. Bantuan pendidikan juga diberikan melalui program beasiswa alumni untuk puluhan mahasiswa.
Arief mengatakan penguatan dana abadi menjadi langkah penting agar perguruan tinggi memiliki kemandirian dalam mendukung pendidikan dan riset di masa depan.
“Dana abadi ini diharapkan mampu menopang pendidikan, penelitian, pengembangan fasilitas, hingga membantu mahasiswa yang membutuhkan,” kata Arief.
Melalui forum tersebut, Unpad menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi menciptakan lulusan yang siap menghadapi perubahan dunia kerja dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Keterangan gambar: Dok. globalultimatalenta














