Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus pada April 2026. Apresiasi diberikan oleh Harian Umum Pikiran Rakyat dan Metro TV atas kontribusi Pemprov Jawa Barat dalam memperkuat ekosistem pers serta keberhasilan transformasi digital dan reformasi birokrasi.
Penghargaan pertama diterima Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, mewakili Pemprov Jawa Barat dalam peringatan HUT ke-60 Pikiran Rakyat di Kota Bandung, Jumat (24/4/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung kehidupan pers yang sehat dan berkualitas di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Herman menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor atau pentahelix, termasuk media massa, dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.
“Kolaborasi pentahelix di dalamnya ada media. Meski saat ini eranya media sosial, keberadaan media massa tetap dibutuhkan sebagai rujukan informasi yang akurat,” kata Sekda Herman.
Ia juga mengakui bahwa selama satu tahun masa pemerintahan, berbagai capaian telah diraih, namun masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan. Menurutnya, komitmen Pemprov Jabar bersama gubernur adalah menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi termaju di Indonesia.
“Tantangan cukup berat. Mungkin masih ada masyarakat yang belum puas. Tapi komitmen kami menjadikan Jabar terdepan terus kami upayakan,” katanya.
Sekda Herman menambahkan, target pembangunan tersebut selaras dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa upaya tersebut harus dilakukan secara kolaboratif, termasuk dengan dukungan media.

Sementara itu, penghargaan kedua diterima Pemprov Jawa Barat dalam ajang National Governance Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV di Jakarta. Penghargaan diberikan dalam kategori Outstanding Province in Digital Transformation and Public Services Reform.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Dedi Supandi.
Dedi menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan publik di Jawa Barat.
“Transformasi digital di lingkungan pemerintah sangat dibutuhkan agar kami bergerak cepat melayani masyarakat dan pelayanan pun semakin membaik,” ujarnya di Jakarta.
Ia menjelaskan, Pemprov Jawa Barat telah menghadirkan berbagai inovasi digital, salah satunya Tapal Desa, yakni sistem pendataan potensi desa berbasis digital yang terintegrasi. Selain itu, platform Open Data Jabar juga menjadi langkah strategis dalam menyediakan data yang transparan dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Direktur Utama Metro TV, Arief Suditomo, menilai keberhasilan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Jawa Barat, menjadi contoh dalam membangun tata kelola pemerintahan modern.
“Melalui penghargaan ini, diharapkan tercipta ekosistem tata kelola pemerintahan yang semakin kompetitif, inovatif, serta berorientasi pada pelayanan publik berkualitas,” kata Arief.
Momentum penghargaan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah yang jatuh setiap 25 April, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.












