Bandung (BRS) – Penggunaan kendaraan listrik di Jawa Barat menunjukkan tren kian menguat. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Sepanjang 12 Maret hingga 31 Maret 2026, transaksi SPKLU di Jawa Barat mencapai 74.366 kali, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 17.966 transaksi.
Kenaikan tajam ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai alternatif mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh, termasuk saat arus mudik Lebaran.
Infrastruktur Diperluas, Layanan Ditingkatkan
Seiring lonjakan penggunaan, PLN UID Jawa Barat juga memperkuat infrastruktur. Hingga Maret 2026, jumlah SPKLU bertambah dari 617 unit menjadi 825 unit. Penambahan ini difokuskan pada titik-titik strategis guna memastikan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik, khususnya di jalur mudik.
Tak hanya kendaraan roda empat, tren positif juga terjadi pada kendaraan listrik roda dua. Transaksi pengisian untuk motor listrik melonjak dari 519 transaksi pada 2025 menjadi 14.627 transaksi di 2026. Jumlah SPKLU khusus roda dua pun meningkat dari 40 unit menjadi 121 unit.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menilai capaian ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke energi bersih.
“Lonjakan transaksi SPKLU selama masa siaga RAFI 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan kendaraan listrik. PLN terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal dan mudah diakses,” kata Sugeng di Bandung, Senin (13/4/2026).
Dorongan Digital dan Insentif
Kemudahan akses layanan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ini. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna dapat menemukan lokasi SPKLU, melakukan transaksi, hingga mengajukan pemasangan home charging secara praktis.
Selain itu, PLN juga menghadirkan berbagai insentif untuk menarik minat masyarakat. Di antaranya diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, serta potongan 50 persen biaya pemasangan home charging yang berlaku hingga Juni 2026.
Sugeng menambahkan, kombinasi antara kemudahan layanan digital dan insentif ekonomi membuat kendaraan listrik semakin kompetitif dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
“Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga memberikan efisiensi biaya. Ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk mulai beralih,” katanya.
Penguatan Ekosistem dan SDM
Tak berhenti pada penyediaan infrastruktur, PLN juga mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui program konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik. Program ini dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya dengan menggandeng SMKN 8 Bandung sebagai pusat edukasi dan pelatihan konversi.
Melalui program ini, masyarakat dapat mengubah kendaraan lama menjadi motor listrik melalui tahapan pendaftaran, pemeriksaan teknis, hingga sertifikasi resmi dari Kementerian Perhubungan. PLN juga bekerja sama dengan sejumlah bengkel konversi di Jawa Barat untuk memperluas akses layanan tersebut.
“PLN hadir tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, layanan digital, hingga pengembangan sumber daya manusia,” tutur Sugeng.
Dukung Transisi Energi Nasional
Langkah PLN UID Jawa Barat ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih dan menekan emisi karbon. Dengan pertumbuhan infrastruktur dan meningkatnya adopsi kendaraan listrik, Jawa Barat dinilai menjadi salah satu daerah yang progresif dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus memperluas jaringan SPKLU, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.













