Foto : Halodoc
KBB (BRS) – PT Bio Farma (Persero) menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan menyalurkan vaksinasi tetanus dan bantuan logistik darurat bagi warga terdampak serta relawan.
Longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 tersebut menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi relawan dan penyintas yang beraktivitas di area rawan luka terbuka.
Menyikapi kondisi itu, Bio Farma menyalurkan 1.000 dosis vaksin tetanus sebagai langkah preventif untuk mencegah infeksi, sekaligus mendistribusikan bantuan logistik berupa paket sembako, hygiene kit, medicine kit, dan family kit.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam situasi darurat merupakan wujud nyata peran BUMN dalam menjaga ketahanan kesehatan masyarakat, khususnya di Jawa Barat sebagai wilayah tempat Bio Farma tumbuh dan beroperasi.
“Dalam kondisi bencana, perlindungan kesehatan menjadi prioritas. Vaksinasi tetanus ini penting untuk memastikan relawan dan warga tetap aman selama proses evakuasi dan pemulihan berlangsung. Bantuan logistik kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Shadiq dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Selain dukungan perusahaan, solidaritas juga ditunjukkan oleh karyawan Bio Farma. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), insan Bio Farma secara sukarela menghimpun donasi sebesar Rp50 juta yang disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan warga terdampak longsor.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyambut baik kontribusi tersebut. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bio Farma yang dinilai sangat membantu upaya tanggap darurat di lapangan.
“Bantuan vaksinasi bagi relawan dan dukungan logistik ini sangat penting untuk menjaga keselamatan serta kelancaran penanganan bencana. Kami mengapresiasi kehadiran Bio Farma di tengah masyarakat,” ucapnya.
Seluruh penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, serta menyesuaikan kondisi di lokasi terdampak dan titik pengungsian di Desa Pasirlangu.
Melalui langkah ini, Bio Farma menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan kehadiran negara dirasakan secara nyata di saat masyarakat membutuhkan.










