Bandung (BRS) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunjukkan keseriusannya dalam merespons aspirasi warga terkait potensi bencana. Hal ini terlihat dari tindak lanjut kegiatan Siskamling Siaga Bencana yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari.
Longsor terjadi di Jalan Lembah Sarimadu, menyebabkan kirmir roboh dan mengikis tanah. Terdapat sekitar 3 rumah yang terdampak dan perlu diantisipasi ekstra jika terjadi longsor susulan.
“Antisipasi adalah kunci utama. Karena titik longsor ini sudah menggerus jalan dan ada beberapa rumah yang terdampak, maka penanganannya harus lebih ekstra,” ujar Camat Sukasari, Suharyanto, Sabtu (3/1/2026).
Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Akses jalan di lokasi terdampak dibatasi, kendaraan roda empat tidak diperkenankan melintas dan telah diarahkan ke jalur yang lebih aman.
“Sambil menunggu proses perbaikan, akses saat ini dibatasi. Kendaraan roda empat tidak diperkenankan masuk. Jalan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Ini demi keselamatan bersama,” jelas Suharyanto.
Perbaikan permanen akan dilakukan secepatnya. Wali Kota Bandung telah menginstruksikan agar penanganan dilakukan pada tahun 2026 karena anggarannya sudah tersedia.
“Tadi sudah dikoordinasikan dengan DSDABM dan dipastikan penanganan akan ditindaklanjuti pada tahun 2026,” ungkap Suharyanto.
Namun, proses perbaikan memerlukan waktu karena nilai pekerjaan yang cukup besar sehingga harus melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa sesuai aturan, termasuk proses lelang.
“Kami mohon warga bersabar. Pemerintah ingin penanganan ini segera dilakukan, tapi tetap sesuai ketentuan agar aman secara aturan dan hasilnya juga maksimal,” tutur Suharyanto.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta kepada pimpinan kewilayahan untuk terus memantau kawasan tersebut.
“Ibu lurah dan pak camat untuk terus memantau kawasan ini dan terus mengimbau kepada masyarakat,” katanya.








