Bandung (BRS) – Hingga akhir Juni kemarin, masih belum ada titik penyelesaian terhadap kasus guru yang pinjam uang tabungan murid SD Negeri 2 Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Hingga berita ini ditulis, Orangtua siswa masih terus berupaya mencari banyak cara agar uang tabungan murid ini bisa dicairkan.
Terkait hal ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menyesalkan peristiwa tersebut dan sudah mengintruksikan kader PDIP di Pangandaran untuk turun tangan mengadvokasi dan membantu para orangtua.
“Kami sudah instruksikan kader PDIP, diantaranya Ketua DPRD Pangandaran untuk mengadvokasi dan membantu meringankan beban mereka. Sejatinya, uang tabungan murid SD di Pangandaran itu akan digunakan para orangtua untuk bekal biaya masuk SMP,” tulis Ono dalam siaran persnya kepada Redaksi, Sabtu (1/7/2023).
“Banyak orangtua yang kesulitan membeli perlengkapan sekolah karena uang tabungan tersebut tak bisa dicairkan sekolah, karena koperasi tempat menyimpan uang itu, gagal bayar,” ucap Ono.
Sementara itu disebutkan juga, Asep Noordin Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan, telah melaksanakan intruksi Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar untuk membantu meringankan beban beberapa orangtua, yang tabungan anaknya tidak bisa dicairkan.
“Merespon situasi ini, kami dari fraksi PDI Perjuangan gotong-royong membantu para orang tua murid,” kata Asep seusai memberikan bantuan tersebut, Jum’at (30/6/2023) sore kemarin.
Menanggapi kasus uang tabungan tersebut, Ia memberikan saran agar tim khusus (Timsus) bisa memilah mana siswa tergolong tidak mampu dan mampu.
“Jangan sampai karena kasus tabungan mandek, siswa tidak bisa melanjutkan sekolah. Pemda pun harus hadir, apabila ada anak tidak melanjutkan sekolah. Pemda, harus menjadi garda terdepan,” pungkasnya.











