Bandung (BRS) – Bersama dengan Universitas Katolik Parahyangan, Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat menghadirkan Kuliah Umum yang mengangkat tema “Kebijakan Makroprudensial di Indonesia Dalam Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Indonesia”, serta penyerahan bantuan kepada Yayasan Disabilitas Tanpa Batas.
Kuliah umum mengangkat tema “Kebijakan Makroprudensial di Indonesia Dalam Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Indonesia”.
Dalam paparannya pada Kuliah Umum, Juda Agung selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia, mengatakan bahwa kebijakan makroprudensial merupakan paket-paket kebijakan bank sentral yang ditujukan untuk mengatur situasi di sistem keuangan, khususnya kegiatan kredit. Tujuannya, yakni mencegah instabilitas sistem keuangan yang bisa berdampak sistemik serta meningkatkan kualitas fungsi intermediasi perbankan.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Wilayah Jabar, Herawanto mengatakan bahwa Stabilitas Sistem Keuangan merupakan kondisi prasyarat sistem keuangan nasional yang berfungsi efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap gejolak atau kerentanan internal dan eksternal, sehingga alokasi sumber pendanaan atau pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional.
“Terwujudnya stabilitas sistem keuangan merupakan tanggung jawab bersama otoritas sektor keuangan yakni Kementrian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” kata Herawanto, Selasa (23/11/2021).
Lebih lanjut Herawanto memaparkan, kondisi stabilitas sistem keuangan Jawa Barat per Oktober 2021 masih dalam kondisi terjaga, tercermin pada penyaluran kredit yang terpantau meningkat menjadi 5,24% (yoy) dengan resiko yang tetap terjaga di angka 3.25%.
“Penyaluran kredit juga meningkat di sektor industri dan jasa dunia usaha sejalan dengan pelonggaran PPKM yang berdampak positif pada aktivitas ekonomi di Q4-2021. Upaya pemulihan ekonomi melalui sektor riil juga memperoleh dukungan dari Pemerintah melalui realisasi penyaluran dana PEN di Jawa Barat,” ucap Herawanto.
Sebagai bentuk dedikasi Bank Indonesia untuk negeri, selain Kuliah Umum, juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan dari Bank Indonesia berupa kursi roda celebral palsy kepada Yayasan Disabilitas Tanpa Batas yang selain menaungi orang-orang yang memiliki disabilitas, juga merupakan sebuah institusi yang tidak dikhususkan untuk suku, agama, ras atau golongan tertentu.
Bank Indonesia melalui sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh komponen pentahelix terkait juga berkomitmen untuk terus melakukan percepatan pemulihan dan pengembangan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor rill dan Klaster UMKM.
“Percepatan pemulihan ini sangat penting menjadi perhatian kita bersama dan menjadi langkah kita bersama untuk kita semua tanpa kecuali, tanpa memandang latar belakang dan golongan kita,” imbuh Herawanto.
‘Berbagai upaya sinergi dan kolaborasi tersebut akan terus dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi Jawa Barat dan Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan edukasi dalam berbagai bentuk juga akan diteruskan agar masyarakat secara umum dapat bersama-sama mengetahui upaya yang ditempuh Bank Indonesia demi mencapai akselerasi pemulihan ekonomi untuk ekonomi Indonesia bangkit. Dedikasi Bank Indonesia dalam bentuk penyerahan bantuan-bantuan juga akan terus dilakukan.








