Bandung (BRS) – Tahun 2021 adalah tahun kedua dari penyelenggaraan “Kick Off West Java Economic Society (WJES), dan merupakan Road to Kongres ISEI XXI”, Senin (23/8/2021), dengan tema “Menguak Potensi Ekonomi, Mendorong Akselerasi Investasi dan Digitalisasi Guna Memajukan Inklusivitas Ekonomi Jawa Barat”, ditambah tagline #DariJabarUntukIndonesia, dan #DariJabarUntukEkonomiGlobal.
Event ini adalah sinergi bersama antara Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat (Jabar) dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator (Jabar), sekaligus menetapkan Regional Economist Forum (REF) Jabar sebagai wadah sinergi pentahelix untuk melahirkan pemikiran solutif bagi kemajuan ekonomi Jabar sekaligus kontribusi Jabar bagi Indonesia.
Adapula pelaksanaan Pernyataan Komitmen Kampus Mendukung Digitalisasi yang dilakukan 23 Perguruan Tinggi besar di Jabar sebagai bentuk transformasi digital untuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, baik di daerah, nasional maupun global utamanya dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi dari pandemi.
“Selain ada pernyataan komitmen 23 perguruan tinggi besar di Jabar, ada pula 76 Ekonom Jabar Bicara yang akan berkontribusi pemikiran pengembangan industri manufaktur, pariwisata, pertanian, digitalisasi proses bisnis, investasi, pembiayaan, kebijakan pemberdayaan UMKM, hingga penyelarasan pembangunan Jabar Utara dan Selatan,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto.
Menurutnya, WJES adalah wadah untuk berkontribusi dalam rangka mendorong kemajuan perekonomian Jabar. Kontribusi tersebut dilakukan melalui dua hal. Pertama memberikan berbagai advisory dan rekomendasi kebijakan aplikatif kepada pemerintah daerah dan stakeholders utama lainnya. Kedua melalui berbagai keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk dan level terhadap proyek pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan perekonomian sektor riil dan masyarakat.
Sinergi pentahelix WJES, menurut Herawanto, bertujuan menghasilkan berbagai bisnis model yang tidak hanya bersifat local community service (LCS), namun juga membantu masyarakat, dan solusi bagi institusi bisnis dalam memperbaiki manajemen bisnisnya untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing.
Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Bandung Koordinator Jabar, Aldrin Herwany mengatakan, WJES kali ini lebih implementatif dan aplikatif untuk pemerintah setempat sampai dengan tingkatan masyarakat level akar rumput.
“Ada beberapa program yang dilaksanakan, yakni Riset dan Kajian Pembangunan Regional (Regional Development Research), Penyusunan Bisnis Model, Proyek Riil dan Pengabdian Kepada Masyarakat, serta Publikasi dan Diseminasi Hasil Riset, Kajian dan Program Kegiatan Sektor Riil serta LCS,” kata Aldrin.
Riset yang tengah dikerjakan, katakan Aldrin, adalah mengenai Sembilan prioritas pembangunan provinsi Jawa Barat tahun 2021 melalui Pengembangan Wilayah Metropolitan Rebana sehingga mampu teridentifikasi sektor utama serta sektor pendukung di wilayah kabupaten dan kota. Serta riset tentang Peta Dampak Pandemi terhadap Industri Manufaktur Jabar dan Solusinya untuk identifikasi industri terpilih dan industri pendukungnya di Jawa Barat.
Terkait penyusunan bisnis model, proyek riil dan pengabdian kepada masyarakat, Aldrin mengatakan, WJES akan melakukan dua pelatihan pada bulan September 2021, yakni pelatihan pemasaran digital bagi 1000-an peserta pengusaha kecil dan mikro pemula di Jabar serta pelatihan transaksi pembayaran digital sekaligus praktek bertransaksi serta marketplace bagi pengusaha kecil dan mikro.
Percepatan pemanfaatan luas dari infrastruktur sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang sudah dipersiapkan oleh Bank Indonesia juga menjadi salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan oleh merchant-merchant bahkan sektor pendidikan dalam hal ini kampus-kampus di Jabar.
Sebagai informasi, kegiatan WJES ini juga merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Road to Kongres ISEI XXI yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2021 di Makassar dengan tema Peran ISEI dalam Penguatan Sinergi untuk Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional di Era Digital.












