Bandung (BRS); – Hampir semua orang pasti pernah mengeluh karena tubuhnya mengalami rasa nyeri atau pegal-pegal. Semisal rasa nyeri di sekitar pinggang, linu di persendian, dan otot terasa kaku. Itu adalah keluhan yang kerap dialami banyak orang. Penyebab munculnya pegal bisa bermacam-macam. Selain karena olahraga berlebihan atau beraktivitas berat, kurang berolahraga pegal-pegal juga bisa disebabkan karena kebanyakan duduk di kantor, serta mager (malas bergerak).
Hang Dimas Susanto, Direktur Klinik Halmahera Medika saat meresmikan Gedung DBC (Documentation Based Care) di Jalan Halmahera, Kota Bandung, Sabtu (15/2/2020) mengatakan, pegal-pegal di badan muncul karena kurangnya relaksasi otot. Ia mencontohkan orang yang bekerja terlalu lama di depan komputer. Karena pergerakan tubuhnya statis dan terbatas, akan mudah terserang pegal-pegal badan. Bila sudah ada tanda-tanda seperti itu, segera lakukan relaksasi. Bisa jalan-jalan sebentar, atau menggerak-gerakan badan, minum air putih atau sekedar meregangkan otot untuk meminimalisir rasa nyeri yang datang. Bila ini selalu diremehkan, akan berakibat fatal di kemudian hari.
Dimas menambahkan, jika rasa nyeri atau pegal-pegal datang, itu bisa menyerang hampir semua bagian tubuh, seperti punggung, leher, tangan atau kaki. Dan badan pasti terasa tidak enak. Menurutnya, di Halmahera Medika ini, dari sekian banyak pasien yang datang, sekitar 20 persennya mengeluhkan sakit punggung dan pinggang hingga harus menjalankan proses operasi. Selebihnya mereka melakukan terapi rutin atau fisioterapi.
Lebih lanjut Dimas mengatakan, bahwa di Halmahera Medika ini kini memiliki Klinik DBC pertama di Jawa Barat setelah sebelumnya ada di Jakarta dan Jawa Tengah. Di Klinik DBC ini ada 12 alat rehabilitasi medis dari Finlandia yang disain khusus untuk menormalkan otot-otot agar tetap baik, terukur, dan terarah.








