Bandung (BRS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan dari awal 2019 hingga 31 Desember 2019 tercatat telah terjadi 2.084 kejadian bencana alam di wilayah Jawa Barat, belum lagi peristiwa bencana yang terjadi pada tanggal 1 dan 2 Januari kemarin. Demikian hal ini dikemukakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Didi Adji Siddik pada acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) yang bertema “Penanganan Pasca Bencana” di Gedung Sate Bandung, Jumat (3/1). Didi juga menjamin bahwa logistik untuk para korban bencana tersalurkan dengan baik, termasuk logistik untuk membersihkan rumah agar terbebas dari penyakit pasca bencana.
Di acara yang sama, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Jabar drg. Juanita memaparkan, bahwa dalam penanganan pasca bencana ini pihaknya mensiagakan lebih dari 40 puskesmas dan puluhan posko yang dapat diakses bagi warga yang terdampak bencana. Dimana pada tiap puskesmas disiagakan satu sampai dua orang dokter umum, bidan, dan perawat hingga relawan. Baginya, penanganan pasca bencana ini menjadi konsentrasi utama, karena warga yang terdampak bencana justru mulai merasakan trauma dan berbagai penyakit akibat bencana yang dialaminya.
Sementara itu Barnas Adjudin selaku Sekretaris Dinsos Jabar mengatakan, setiap terjadi bencana pihaknya selalu bergerak cepat dalam memberikan pertolongan pertama, seperti mengirimkan Mobil Rescue untuk mengevakuasi korban dan mengirimkan bantuan. Barnas memaparkan, dalam bencana yang terjadi di awal tahun ini, pihaknya sudah langsung turun tangan dan menyalurkan bantuan, seperti veltbed, kasur, tenda keluarga, obat-obatan/family kit, selimut, serta lebih dari empat ribu dus makanan untuk anak/bayi, pakaian anak dan dewasa, peralatan dapur, serta makanan siap saji. Dalam penanganan pasca bencana ini, Dinsos Jabar bersinergi dengan pihak lain seperti Jabar Quick Respon, Basarnas dan Baznas.











