Bandung (BRS) – Pada Juli lalu, JNE melakukan penandatangan MoU kerjasama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Salah satu hal yang disepakati dalam kerjasama ini adalah dukungan JNE dalam pembangunan infrastruktur business lab SBM ITB. Bulan ini, infrastruktur tersebut telah siap digunakan dan acara peresmiannya digelar pada 12 Desember 2019.
Dalam acara seremonial pembukaan business lab SBM ITB, President Direktur JNE, M. Feriadi dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi membuka tugu bangunan yang disaksikan oleh Komisaris JNE, Arif Kurniawan serta VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi beserta jajaran manajemen JNE. Pada kesempatan tersebut hadir juga para pejabat dari kampus ITB yakni Dekan SBM ITB Sudarso Kaderi Wiryono, beserta jajaran direktorat ITB. Acara dibuka dengan tarian tradisional dari Saung Angklung Udjo untuk menghibur lebih dari 100 undangan yang terdiri dari karyawan, mahasiswa, jajaran manajemen JNE dan media massa. Sebagai tradisi JNE, pada kesempatan ini santunan diberikan kepada 29 anak dari panti asuhan Yatim Mandiri Bandung, jumlah tersebut juga sebagai tanda syukur JNE yang November lalu berusia 29 Tahun.
M. Feriadi selaku President Direktur JNE mengatakan, “Ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dan peran aktif JNE dalam membantu mendukung program pendidikan sehingga menciptakan generasi muda yang maju dan bermanfaat bagi bangsa dan negara”.
Feriadi pun menambahkan bahwa semangat tagline Connecting Happiness harus terus dijalankan oleh JNE. “Perwujudan semangat mengantarkan kebahagiaan bagi JNE bukan hanya dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, tapi juga berbagai program yang memberikan manfaat di seluruh Indonesia”, imbuhnya.
“Sebuah kebanggaan bagi JNE dapat mendukung proses pendidikan pada program pengembangan bagi peserta didik di SBM ITB dan menjadi bagian dalam lingkungan ITB sebagai institusi pendidikan terkemuka. Tujuannya, bagaimana kita bersama – sama memberikan support kepada generasi penerus bangsa agar bisa sukses kedepannya”, jelas Feriadi.
Business laboratorium yang terletak di kampus ITB dan pembangunannya melibatkan berbagai stakeholder ini, kedepannya akan dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan pengembangan pendidikan. Beragam aktifitas dapat dilakukan mahasiswa di business lab, seperti magang, pembuatan event, penelitian, studi kasus dan yang lainnya. Dengan luas 308 m2, business lab berkapasitas hingga 150 orang dan didukung oleh koneksi internet yang cepat yang dilengkapi ruang komunal, slot charger yang ramah, showcase bisnis, panggung dan meja serta dinding multi fungsi. Penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk menunjang aktifitas belajar dan meningkatkan semangat enterpreneurship mahasiswa, sehingga diharapkan dapat mencetak banyak wirausahawan baru di masa depan.
Selain dengan ITB, selanjutnya JNE juga akan merangkul pihak lain, seperti komunitas pendidikan dan sebagainya untuk pembangunan sarana sekolah di wilayah Indonesia bagian timur.
“Terdapat juga program bagi entrepreneur muda di usia SMA yang akan di launching awal tahun depan”, imbuh Feriadi.
Sudarso Kaderi Wiryono selaku Dekan SBM ITB mengatakan, Lab Bisnis kerjasama antara JNE dan SBM ini melengkapi sarana dan prasarana inkubator dan laboratorium-laboratorium lain yang ada di SBM, sehingga akan menunjang proses pembelajaran untuk para mahasiswa dan calon entrepreuneur lebih efektif dan berdaya guna. Suasana belajar yang mendukung melalui Lab Bisnis yang berupa kantin ini merupakan working space yang nyaman, modern dan lengkap untuk menumbuhkembangkan para entrepreuneur muda SBM khususnya, dan ITB pada umumnya.








