Bandung (BRS) – Tepat 10 November 2019, Asosiasi Advokat Indonesia Bandung berusia 29 tahun. Ketua Daerah Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Advokat Indonesia – Bandung Wenda A. Aluwi mengatakan, dari mulai berdiri sampai saat ini AAI Bandung terus meningkatkan dan mempertajam pendidikan advokat, serta membina anggota-anggota muda yang berkualitas. Dari data yang ada, anggota AAI hingga saat ini berjumlah 823 orang, dan 80 persennya adalah milenial.
Lebih lanjut Wenda mengatakan, bahwa AAI Bandung terus mengalami perkembangan. Dengan adanya pertumbuhan 30 persen menandakan kinerja AAI Bandung mendapatkan respon positif dari masyarakat. Dirinya juga mengemukakan bahwa di dalam tubuh AAI Bandung, pembinaan secara mendalam bagi tiap anggota terus dilakukan agar tiap advokat selalu memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik (officium nobile).
“Anggota kita 80 persennya milenial, dan kita selalu mengadakan pembinaan, semacam ujian dan pendidikan agar tiap anggota AAI Bandung itu berkualitas, kapabel dan mampu bersaing,” ucap Wenda dalam Perayaan Milad AAI Bandung ke-29 di Hotel El Royale Bandung, Minggu (10/11).
Wenda menambahkan, AAI Bandung memiliki program Pendidikan Profesi Advokat (PPA) yang telah dilakukan secara mandiri dengan beberapa materi tambahan seperti English For Lawyer, How To Dress Like A Lawyer, serta pematangan materi kode etik sebagai tolak ukur profesi yang bermartabat.
Dalam Milad ke-29 ini, DPC AAI Bandung berkomitmen untuk tetap menciptakan karya bagi para advokat sehingga kehadirannya dapat memberikan warna tersendiri. Hal ini merupakan visi terbesar yang ingin dibangun oleh DPC AAI Bandung untuk menjadi organisasi advokat yang terdepan dengan memberikan progam yang sesuai dengan kebutuhan advokat dalam menghadapi tantangan saat ini, karena wadah organisasi profesi merupakan cikal bakal dari lahirnya advokat yang berkualitas.











