Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyasar pasar luar negeri untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai upaya dilakukan agar semakin banyak produk lokal yang dijual ke mancanegara.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kualitas produk UMKM lokal. Beberapa di antaranya dengan memperbanyak pelatihan kompetensi dan daya saing, serta menyiapkan pelaku usaha agar mampu menjual produknya secara online.
Dia menilai, menyiapkan platform online ini penting agar produk yang dihasilkan bisa dikenal lebih luas lagi. “Semua pihak berusaha keras untuk memperkenalkan produk-produk mereka. Salah satunya dengan dijual secara online,” katanya pada acara JAPRI di Bandung, Selasa (22/10). Tak hanya itu, menurut dia pihaknya akan menggelar Pekan Kerajinan Jawa Barat yang pada tahun ini sudah memasuki tahun ke-13. “West Java Craft Festival akan digelar pada tanggal 25-27 Oktober ini,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Industri Akta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Arif Muchamad Fajar mengatakan, UMKM harus bisa menjual produknya ke mancanegara. “UMKM harus bisa ekspor sendiri. Ini tantangan ke depan yang harus diusahakan,” katanya.
Namun, dia mengakui terdapat beberapa kendala yang dihadapi para pengrajin tersebut. Salah satunya terkait minimnya informasi tentang persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin menjual ke luar negeri.
Oleh karena itu, pihaknya memperbanyak pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng unsur swasta seperti IKEA untuk menampung produk-produk yang dihasilkan pengrajin lokal.
Dengan kerjasama itu, unsur swasta tersebut akan menginformasikan kepada pengrajin hal-hal apa saja yang harus ditingkatkan dan dipenuhi agar memenuhi persyaratan dan keinginan pasar mancanegara.











