Cirebon (BRS) – Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menilai, langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat melakukan Hak Interpelasi tidak seharusnya terjadi.
Uu mengajak para anggota dewan untuk membuka ruang komunikasi non formal agar menurunkan potensi tensi politik. Uu memastikan dalam dialog tersebut, dirinya maupun Ridwan Kamil siap menjawab pertanyaan – pertanyaan anggota dewan.
“Kalau masalah interpelasi, mendingan kita komunikasi toh kita sama berada di wilayah politik yang dimana bisa dikomunikasikan dengan siapapun,” ujar Uu seusai Menyampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Program Sarjana & Magister XX – Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, Rabu 16 Oktober 2019.
Uu mengakui dengan dinamisnya suhu politik DPRD terhadap Ridwan Kamil tak dipungkiri disebabkan salah faham. “Karena yang namanya politik terkadang ada salah menafsirkan kebijakan, salah menafsirkan kata – kata dan salah menafsirkan keputusan,” katanya.
Uu menambahkan, komunikasi politik menjadi cara ampuh menurunkan tensi dewan terhadap Ridwan Kamil. “Kenapa tidak, daripada ada interpelasi itu mending kita adakan komunikasi yang intens, lebih baik,” katanya.
Sebelumnya, Partai Nasdem memastikan Hak Interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat layak dilayangkan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selain untuk mempertanyakan tata kelola pemerintahan dan dugaan proyek-proyek siluman, interpelasi diperlukan untuk mengungkap kejanggalan eksistensi Tim Akselarasi Pembangunan (TAP).
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Barat Tia Fitriani mengatakan, Nasdem sebagai partai pengusung pertama saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018, bertanggungjawab terhadap dengan permasalahan antara Pemda dengan DPRD. Terlebih, keberadaan TAP yang dikabarkan bermanuver memangkas hak dan kewajiban Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya dengar, makanya harus dijelaskan. Kita tidak mengharamkan interpelasi. Kalau (TAP) itu sampai mengganggu institusi di Jawa Barat ini, kami bertanya,” ujar Tia di Bandung Jawa Barat.
Sumber: Adi S. (Vivanews)








