Bandung (BRS) – Menyongsong Jabar Juara di tahun 2025, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program 300 ASN bergelar doktor luar negeri. Melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), program ini dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi ASN, khususnya menyikapi perkembangan teknologi.
Kepala Bidang Pengembangan dan Karier BKD Jabar, Dedi Mulyadi, dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Selasa (9/7) kemarin, mengatakan bahwa jumlah pegawai dan ASN saat ini semakin sedikit, tetapi dituntut untuk memiliki kompetensi di era globalisasi. Melalui program ini pihaknya menyiapkan ASN Pemprov Jabar dan kabupaten/kota agar semakin siap bersaing.
“Menghadapi 2025 kita harap ASN Jabar punya akses internasional dan berwawasan global,” ucap Dedi kepada wartawan.
Program ini terbuka bagi seluruh ASN tanpa biaya sedikit pun atau gratis. Namun ada persyaratannya, yakni berusia di bawah 38 tahun, skor International English Language Testing System (IELTS) minimal 6 dan memiliki tes akademik sesuai rekomendasi universitas yang dituju.
“Beasiswa yang diberikan kepada ASN itu bukan dari APBD provinsi, kita akan cari sponsor nanti,” papar Dedi.
Menurut Dedi, sesuai RPJMD Jawa Barat hingga tahun 2025, terdapat 33 bidang yang menjadi sasaran pembangunan dan akan disiapkan bagi para ASN, sehingga sebanyak 300 ASN berkuliah di luar negeri sesuai program studi (Prodi) dan bidang-bidang yang dibutuhkan Pemprov Jabar.








