[ad_1]
Saat mendengar cerita ketika kakak tertua saya akan dilamar sang kekasih di depan kedua orang tua saya, sontak saya tertawa terbahak-bahak. Dia menceritakan betapa gemetarnya sang kekasih saat menyampaikan bahwa dia akan meminang wanita yang sudah dipacarinya sejak beberapa tahun lalu itu. Sebagai keluarga dari salah satu suku yang menjunjung adat istiadat, biaya mahar menjadi hal utama yang patut dipertimbangkan ketika hendak menggelar pernikahan.
“Pak, saya berencana meminang putri bapak. Namun, untuk masalah biaya, saya hanya bisa memberi mahar 30 juta untuk dia,” ucap sang kekasih.
Papa mendengar dengan ekspresi diam, seperti dia biasanya. Suasana sejenak senyap tanpa kata, seolah calon kakak ipar, kakak dan mama tiba-tiba membatu. Dengan nada lembut dan lemah, papa mulai menimpali, “Yah..melangsungkan pernikahan itu memang tidak murah. Apalagi banyak sekali keluarga yang harus diundang. Biaya itu pasti nggak akan cukup menutupi semua persiapan,” tutur papa. Dan suasanapun kembali senyap, pria itu mulai menunduk lesu, jantungnya mulai berdetak kencang dan merasa bingung.
Ya, saya mulai membayangkan skenario lamaran itu persis seperti penggalan percakapan di atas. Banyak pria yang mulai merasa khawatir dan takut berhadapan dengan calon mertua saat hendak lamaran. Tipe karakter calon mertua yang dihadapi pun beragam jenis, ada yang seperti papa saya yang tanpa ekspresi dan bicara secara terus terang, ada pula yang mangguk-mangguk dan menerima saja dan ada pula yang terlalu kejam dan dengan terang menolak lamaran mentah-mentah lantaran biaya atau masalah keluarga.
Untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan itu, para pria patut memperhatikan tiga cara ini:
1. Pilih waktu yang tepat untuk lamaran
Sebelum merencanakan bertemu calon mertua untuk lamaran, carilah waktu yang tepat. Tanyakan calon istri Anda hari apa saja ayah dan ibunya punya waktu santai. Yakinkan bahwa Anda dan kekasih juga sudah siap ingin melangsungkan pernikahan. Jika sang kekasih belum siap, jangan paksakan diri untuk datang dan melamar putrinya. Sebab tujuan dari lamaran adalah meminta restu dan izin dari kedua orang tua kekasih untuk menikahi putrinya.
Sebelum Anda berdua siap menghadap calon mertua, pastikan Anda sudah mengenal baik sang ayah. Bila perlu tanyakan kekasih Anda cara mendekati ayahnya. Mungkin saja dia punya tips khusus untuk bisa memulai percakapan serius ini.
2. Persiapan diri menyampaikan maksud Anda dengan benar
Persiapkan diri Anda untuk menyampaikan rencana ini dengan penuh persiapan. Jangan sampai Anda mati kutu lantaran tak punya ide saat ayah sang kekasih melontarkan pernyataan atau pertanyaan yang Anda tak pernah pikirkan sebelumnya. Sepakati terlebih dahulu dengan keluarga besar Anda tentang apa yang Anda hendak sampaikan kepada keluarga kekasih. Jika Anda sungguh-sungguh ingin menikahi wanita yang Anda cintai, ungkapkanlah secara jujur apa yang ada dalam hati Anda. Hal ini bisa saja menolong kekurangan Anda, seperti biaya mahar yang minim. Tunjukkan bahwa Anda adalah sosok pria yang bertanggung jawab atas hidup putrinya kelak. Yakinkanlah sang ayah tentang hal itu.
3. Nyatakan keinginan Anda dengan tutur kata yang sopan
Sebagian orang tua tidak akan suka dengan pria yang tinggi hati, angkuh dan terlalu banyak bicara. Salah satu langkah yang perlu Anda lakukan di depan calon mertua adalah dengan menunjukkan bahwa diri Anda adalah pribadi yang berpendidikan, ditandai dengan penggunaan kata-kata yang sopan dan lembut. Ucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada ayah dan ibunya atas kesempatan yang sudah diberikan. Lalu sampaikan rencana Anda dengan kalimat yang mengandung kata-kata permohonan restu. Saat sang ayah mengambil alih pembicaraan, jadilah pendengar yang baik dan rendah hati. Jaga kontak mata dan sikap Anda, sebisa mungkin jauhkan diri dari kesibukan yang disebabkan oleh ketakutan Anda.
Berdiskusilah dengan pikiran yang terbuka. Meski sekali-kali sang ayah akan menguji Anda dengan beragam pertanyaan yang rumit, cobalah meminta arahan yang baik dari mereka demi melangsungkan pernikahan yang telah Anda dan kekasih rencanakan.
Apakah saat ini Anda sudah berencana melamar kekasih namun terhambat lantaran takut dan gentar dengan ayahnya? Pelajarilah tiga hal di atas dan beranikan diri untuk mampu menghadapi kemungkinan apapun yang akan terjadi. Jika niat Anda tulus dan baik, Tuhan pasti akan melancarkan segala jalan.
Sumber : jawaban.com/ls
[ad_2]







