Jakarta (BRS) – Kemampuan berbicara di depan umum (publik) baik secara formal, semi formal, atau santai, itu sangat dibutuhkan. Tidak hanya itu, saat ini kemampuan berbicara di depan umum pun menjadi salah satu aspek yang dinilai pada seseorang saat proses seleksi pekerjaan.
Dalam implementasinya, kemampuan berbicara di depan umum atau yang lebih dikenal dengan public speaking memainkan peran utama dalam pendidikan, hiburan, bisnis, hingga pemerintahan.
Hal ini dikarenakan perkataan memiliki kekuatan dalam hal mendidik, menginformasikan, bahkan menghibur. Namun, kemampuan itu seketika dapat memudar diakibatkan oleh beberapa hal, seperti demam panggung, tidak fokus, dan tidak mampu mengontrol diri.
Terkait ini, PT Federal International Finance (FIFGROUP) mengadakan webinar berjudul “How to Be a Good Spokesperson” dengan narasumber Rosianna Magdalena Silalahi atau lebih dikenal Rosiana Silalahi.
Webinar ini dihadiri oleh jajaran direksi dan management FIFGROUP, seluruh leader Cabang FIFGROUP dari Sabang hingga Merauke, serta karyawan.
Chief of Corporate Communication and CSR FIFGROUP, Yulian Warman, dalam sambutannya mengatakan, kehadiran sosok Rosiana Silalahi diharapkan dapat menjadi momen bagi seluruh peserta untuk lebih meningkatkan kemampuan komunikasinya.
“Kemampuan komunikasi menjadi kunci utama dan pondasi pada sebuah perusahaan guna menopang keberlangsungan bisnis. FIFGROUP dengan network yang tersebar di seluruh titik wilayah di Indonesia, dan yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang. Oleh karena itu, dengan kehadiran sosok Ibu Rosi diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki kemampuan komunikasi seluruh insan FIFGROUP,” kata Yulian, Jumat (27/8/2021).
Sementara itu, Rosiana Silalahi memaparkan tips dan trik yang harus dimiliki oleh seorang public speaker dengan judul Berkomunikasi di New Normal, Building Trust in Virtual Communication.
Rosi mengatakan bahwa dalam membangun sebuah komunikasi terdapat 3 elemen penting yang menjadi perhatian saat berbicara, yaitu gesture atau bahasa tubuh, kata-kata, dan suara, di mana dari ketiga elemen itu, bahasa tubuh menjadi komponen penting dalam berkomunikasi.
“Pandemi Covid-19 mengubah proses komunikasi yang terjadi di masyarakat. Dari semulanya kita lakukan secara langsung berubah dilakukan secara daring. Berbagai tantangan tentunya hadir pada perubahan tersebut, seperti koneksi internet yang lambat, keributan di lingkungan sekitar yang menjadi noise, penampilan hingga tidak adanya energi dalam melakukan virtual meeting,” paparnya.
Rosi juga menyampaikan, bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, semisal menjaga tampilan diri saat melakukan virtual meeting agar tetap terlihat profesionalitas.
“Jaga penampilan, seperti tidak melakukan blocking atau tidak menunduk selama berbicara, memperhatikan pencahayaan selama tampil di depan kamera, hingga gunakan virtual background yang pantas,” ungkap Rosi.
“Pilihan lokasi juga menjadi faktor utama saat kita berkomunikasi secara virtual, ciptakan ruang khusus dan pribadi, sehingga mencegah munculnya noise atau keributan saat sedang melakukan virtual meeting. Lalu yang juga tidak kalah penting adalah membuat presentasi yang menarik sehingga perhatian audiance tertuju kepada kita,” imbuhnya.
Selanjutnya dalam mengatasi perasaan grogi saat tampil di depan publik, kata Rosi, bahwa grogi itu adalah natural pada diri manusia, sehingga yang perlu dilakukan adalah untuk tetap rileks, semisal mengatur pernapasan, atau minum air agar rasa grogi mereda.
Menutup webinar, Human Capital (HC) General Services (GS) and Corporate Communication Director FIFGROUP Esther Sri Harjati, mengatakan, kehadiran Rosianna Silalahi pada kegiatan ini memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat insightful bagi semua peserta.








