[ad_1]
Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menyatakan niatnya untuk menjadikan kawasan Kalijodo rata dengan tanah, alias dibongkar habis. Itu dirasa Ahok perlu dilakukan agar penduduk yang direlokasi tak balik lagi ke Kalijodo yang kebetulan dikenal sebagai kawasan prostitusi itu.
“Nanti kalau tidak diratakan dengan tanah, maka mereka akan balil lagi. Maka akan kami ratakan dengan tanah,” kata Ahok di RPTRA Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Kamis (18/2/2016).
Kali ini, relokasi warga tak disertai dengan uang kerohiman. “Itu sudah pernah dibongkar pada 2002 dan 2010. Waktu itu ada uang kerohiman. Itu sudah didapat, tapi balik lagi (karena lokasinya tidak dibongkar),” kata Ahok.
Kini eksekusi pembongkaran tinggal tunggu waktu. Surat Peringatan (SP) 1 sudah dilayangkan seumur tujuh hari terhitung dari sekarang. Selanjutnya, SP2 bisa diterbitkan berumur tiga hari bila warga masih tak mau cabut dari lokasi. SP3 yang hanya berumur satu hari bisa diterbitkan bila penduduk tetap tak mau direlokasi.
Soal biaya, Ahok menyatakan tak ada uang khusus yang dikeluarkan untuk relokasi penduduk Kalijodo. “Kita hampir enggak keluarin biaya karena kita enggak ganti uang kerohiman sama sekali. Hanya aparat untuk makan, ada hitungannya, Rp 250 ribu,” kata Ahok.
80 Persen penduduk yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dinyatakan Ahok sudah pulang ke kampung halamannya. Untuk warga ber-KTP DKI, Ahok menjamin mereka tak akan terlantar karena tak kebagian rumah susun.
“Cukup, kita ada 400 unit rusun,” kata Ahok.
(dnu/rvk)
Sumber : DETIK
[ad_2]







