Bandung (BRS) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memastikan keandalan pasokan listrik selama penyelenggaraan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Untuk mendukung seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis beserta puluhan personel siaga.
Sebanyak 80 personel diterjunkan untuk mengawal sistem kelistrikan di setiap laga. Selain itu, PLN juga menyiapkan lima unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dua unit generator set (genset), serta tiga Unit Gardu Bergerak (UGB) sebagai cadangan jika terjadi gangguan pada jaringan utama.
Dalam keterangannya, General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin, mengatakan kesiapan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran berbagai agenda nasional, termasuk turnamen sepak bola bergengsi yang digelar di Jawa Barat.
“PLN UID Jawa Barat siap mendukung penyelenggaraan Piala Presiden 2026 melalui sistem kelistrikan yang andal dan berlapis. Kami telah menyiapkan personel, peralatan, serta skema pengamanan kelistrikan secara menyeluruh agar pertandingan dapat berlangsung lancar tanpa terganggu oleh aspek kelistrikan,” ujar Joharifin, Selasa (28/7).
Untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik, PLN menerapkan layanan Zero Down Time (ZDT). Sistem ini dirancang agar suplai listrik tetap terjaga meski terjadi gangguan pada salah satu bagian jaringan.
Melalui sistem tersebut, pasokan listrik didukung oleh jalur distribusi berlapis, sistem proteksi berkecepatan tinggi, serta mekanisme perpindahan sumber listrik secara otomatis. UPS dan genset juga disiapkan sebagai lapisan pengamanan tambahan sehingga operasional stadion tetap berjalan tanpa hambatan.
Joharifin menegaskan, keberhasilan pengamanan kelistrikan tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga koordinasi yang solid dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.
“Kami melakukan koordinasi secara intensif sejak tahap persiapan, selama pertandingan berlangsung, hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Setiap potensi risiko telah dipetakan sehingga apabila diperlukan penanganan di lapangan, respons dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik,” katanya.
Koordinasi tersebut mencakup pemeriksaan jaringan distribusi, kesiapan peralatan pendukung, hingga penyusunan prosedur penanganan jika terjadi kondisi darurat. Personel yang bertugas juga ditempatkan sesuai pembagian tugas agar proses pengamanan berlangsung optimal selama kompetisi.
Menurut Joharifin, pengalaman PLN UID Jawa Barat dalam mengawal berbagai kegiatan berskala nasional menjadi bekal penting untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan pada ajang Piala Presiden tahun ini.
“Setiap kegiatan memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, kami terus memperkuat kesiapan sistem, personel, dan peralatan agar mampu memberikan layanan terbaik. Harapan kami, seluruh penyelenggara, atlet, ofisial, serta masyarakat dapat menikmati jalannya pertandingan dengan aman dan nyaman berkat dukungan pasokan listrik yang andal,” tutupnya.








