3000 SANTRI PONDOK PESANTREN BUNTET DIVAKSINASI COVID-19

Kab. Cirebon (BRS) – Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melanjutkan vaksinasi covid-19 tahap 2, Kamis (11/11/2021). di GOR Mbah Muqoyim Buntet Pesantren.

Vaksinasi ini merupakan tahap kedua dari dosis pertama yang telah dilaksanakan oleh Staf Khusus Kepresidenan Bidang Kepesantrenan Republik Indonesia dengan jenis Sinovac.

Target sasaran vaksinasi covid-19 kedua ini adalah 3.000 santri Pondok Buntet Pesantren dan 1.000 masyarakat Kabupaten Cirebon.

Tidak harus ber KTP Kabupaten Cirebon, semua santri dan masyarakat ber e-KTP akan mendapatkan pelayanan.

Penyediaan vaksin tersebut merupakan upaya OJK dan SRO untuk mendukung program pemerintah untuk mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Cirebon. 

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini memaparkan, pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada sektor ekonomi di Indonesia.

“Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah diharapkan mampu membawa ekonomi Indonesia kembali tumbuh akibat hantaman pandemi. Vaksinasi diperlukan agar masyarakat memiliki herd immunity. Jika semakin banyak masyarakat memiliki imunitas yang baik, maka diharapkan geliat roda perekonomian dalam negeri dapat semakin tumbuh,” ucap Reza dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data resmi yang didapat oleh Tim Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Barat, Kabupaten Cirebon menempati urutan ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan pencapaian vaksinasi yang masih rendah.

“Hal ini menjadi salah satu sebab kami memilih Kabupaten Cirebon sebagai lokasi vaksinasi dan sejalan dengan hal tersebut ada kebutuhan vaksinasi tahap ke-2 di Pondok Buntet Pesantren,” papar Reza. 

Reza menambahkan, kegiatan vaksinasi ini merupakan rangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka 44 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia yang dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia. 

“Sebagai lanjutan kegiatan CSR dalam rangka HUT ke-44 pasar modal Indonesia di Jawa Barat Insya Allah pada hari Jumat, 12 November 2021 akan dilaksanakan pula kegiatan penyerahan vitamin dan makan siang selama 92 hari kepada 65 tenaga pemulasaraan tempat pemakaman umum Cikadut dan penyerahan santunan kepada 34 orang ahli waris tenaga kesehatan provinsi Jawa Barat yang telah gugur karena covid-19 dengan total senilai Rp556.575.000 (lima ratus lima puluh enam juta lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah)” katanya. 

Diakhir, Reza mengatakan, dengan adanya kegiatan vaksinasi ini diharapkan masyarakat Kabupaten Cirebon pada umumnya dan khususnya santri Pondok Buntet Pesantren menjadi peningkat imun sehingga lebih nyaman dalam berinteraksi dan belajar.

“Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena virus corona bukan suatu virus yang dapat kita sepelekan,” imbuhnya.

Mendukung penuh kegiatan ini, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Cirebon, M. Fredly Nasution mengungkapkan sinergi berbagai stakeholder dibutuhkan untuk membentuk herd immunity dan upaya pemulihan ekonomi. Sehingga semua pihak harus bahu-membahu dalam melakukan vaksinasi di masyarakat.

Hingga saat ini dari total target 10juta vaksin yang digalakan oleh OJK sebanyak 400ribu vaksin telah tersalurkan di Jawa Barat, dan 30ribu diantaranya sudah tersalurkan untuk masyarakat Cirebon.

“Kunci sukses untuk menurunkan level covid-19 adalah semua pihak turut serta berperan aktif dalam melakukan vaksinasi ini, sehingga pemulihan ekonomi pun akan tercapai,” ucap Fredly.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Salman Al-Farisi turut berterimakasih atas digelarnya vaksinasi ini.

Saat ini Buntet Pesantren memiliki kurang lebih 7000 santri yang terbagi dalam 63 asrama. Dimana dengan banyaknya jumlah santri ini, potensi penyebaran covid-19 bisa sangat cepat. Namun dengan adanya kerjasama berbagai pihak dan kegiatan vaksinasi tidak ditemukan kasus yang mengkhawatirkan.

“Dengan adanya vaksin ini, sekitar 4000 santri kami sudah mendapatkan vaksin di luar itu ada beberapa yang sudah mendapatkan vaksin dari daerah tempat tinggalnya, kami turut berterima kasih atas kepedulian ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *