Bandung (BRS) – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau perkembangan sejumlah program alat utama sistem senjata (alutsista) di PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, Bandung, Selasa (27/10/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Sjafrie meninjau berbagai pekerjaan yang tengah dilakukan PTDI, mulai dari produksi pesawat militer, peningkatan sistem misi, modernisasi, hingga pemeliharaan dan perawatan pesawat milik TNI maupun negara mitra.
Menhan didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema, serta Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Laksda TNI Sri Yanto beserta rombongan.
Kedatangan rombongan disambut Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan bersama jajaran direksi, Wakil Komisaris Utama PTDI Marsdya TNI (Purn.) Bagus Puruhito, Komisaris PTDI Yusron Ihza, serta jajaran manajemen di Hanggar Final Assembly Line (FAL) Fixed Wing PTDI.
Peninjauan diawali dengan melihat pekerjaan peningkatan sistem misi (mission system upgrade) pada pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI Angkatan Laut (AL). Pesawat tersebut menjalani peningkatan sistem misi untuk mendukung kemampuan operasionalnya.
Selanjutnya, Sjafrie meninjau proses produksi pesawat CN235-220 Military Transport dengan nomor seri N71 yang diperuntukkan bagi TNI AL. Pesawat ini ditargetkan selesai pada awal 2027.
Rombongan kemudian melihat program modernisasi pesawat C-130 milik TNI Angkatan Udara (AU), serta pekerjaan rekondisi struktur dan pemeliharaan serta perawatan (harwat) terhadap dua unit pesawat NC212-200 milik TNI AL.
Selain mengerjakan pesawat untuk kebutuhan dalam negeri, PTDI juga menangani program peningkatan kemampuan pesawat milik Uni Emirat Arab (UEA). Sjafrie meninjau pekerjaan Service Life Extension Program (SLEP) dan peningkatan avionik (avionics upgrade) pada tiga unit pesawat CN235-100 milik Angkatan Udara UEA.
Ketiga pesawat tersebut ditargetkan menyelesaikan seluruh pekerjaan pada akhir 2027. Program SLEP ditujukan untuk memperpanjang usia pakai pesawat, sedangkan peningkatan avionik dilakukan untuk memodernisasi sistem elektronik penerbangan.
Rangkaian kunjungan kerja di PTDI diakhiri dengan peninjauan Hanggar Final Assembly Line (FAL) N219.














