Riset AI Hingga Penjaminan Asuransi Warnai Pemenang LPS CFR 2026

Bandung (BRS) – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), mitigasi risiko perbankan, hingga penguatan penjaminan polis asuransi menjadi sejumlah tema yang mewarnai karya para pemenang LPS Call for Research 2026 (LPS CFR 2026). Beragam penelitian tersebut menawarkan perspektif akademik mengenai tantangan menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan masyarakat.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan pemenang kompetisi riset tersebut dalam rangkaian LPS CFR 2026 dan Research Fair 2026 di Bandung, Sabtu (10/10/2026).

Penghargaan diberikan kepada peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan kelompok umum, mulai dari D3/D4/S1, S2, hingga S3. LPS juga memberikan apresiasi melalui kategori Peneliti Berprinsip dan Promising Papers berdasarkan wilayah.

Sejumlah karya mengangkat penggunaan teknologi untuk memperkuat sistem peringatan dini, mengukur risiko perbankan, serta mendukung perumusan kebijakan penjaminan. Tema lain berfokus pada literasi keuangan, inklusi keuangan, penjaminan simpanan syariah, dan program penjaminan polis asuransi.

Pada kategori Mahasiswa D3/D4/S1, juara pertama diraih Lusia Oktavia Cungfrensius, Gibran Agung Nusananta, dan Monica Lewensky melalui penelitian berjudul “Risk-Based Policy Guarantee: Strategi Contractual Compliance dan Sanksi Administratif dalam Menjaga Stabilitas Industri Asuransi di Indonesia”.

Sementara itu, kategori Umum D3/D4/S1 dimenangi Ulil Abshor melalui penelitian “Desain Skema Penjaminan Simpanan dan Keseimbangan antara Moral Hazard dan Market Discipline: Tinjauan Literatur Sistematis dengan Implikasi Kebijakan Bagi Indonesia”.

Pada jenjang magister, I Gusti Ngurah Sentana Putra meraih juara pertama kategori Mahasiswa S2 dengan penelitian mengenai peramalan dinamika suku bunga perbankan dan implikasinya terhadap efektivitas Tingkat Bunga Penjaminan LPS menggunakan pendekatan hybrid CEEMDAN-LSTM.

Adapun kategori Umum S2 dimenangi Diana Putri dan Misbahul Ulum melalui penelitian mengenai ketidaksesuaian aset dan liabilitas serta risiko insolvensi pada perusahaan asuransi yang gagal. Kajian tersebut membahas strategi resolusi LPS dan model minimisasi biaya secara stokastik.

Untuk kategori Mahasiswa S3, juara pertama diraih Anniza Citra Prajasari melalui penelitian tentang integrasi mekanisme bail-in dalam reformasi skema penjaminan simpanan syariah dengan pendekatan simulasi pada sistem perbankan ganda di Indonesia.

Sementara itu, kategori Umum S3 dimenangi Syarief Gerald Prasetya dan Adhi Kusnadi melalui penelitian mengenai kerangka kebijakan regulasi berbasis teknologi atau regtech untuk transformasi sistem penjaminan simpanan berbasis risiko.

AI dan Integritas Akademik Jadi Perhatian

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu benang merah dalam sejumlah karya yang mendapat penghargaan. Beberapa penelitian mengeksplorasi penggunaan AI dan metode analisis berbasis data untuk mendukung identifikasi risiko, pengembangan sistem peringatan dini, serta penguatan kebijakan di sektor keuangan.

Di sisi lain, LPS menekankan pentingnya integritas ilmiah dalam proses penelitian, terutama ketika teknologi AI semakin banyak digunakan untuk membantu pekerjaan akademik.

Teknologi dapat mendukung proses riset, tetapi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir kritis, kejujuran, dan tanggung jawab peneliti atas karya yang dihasilkan.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam kategori Peneliti Berprinsip. Penghargaan juara pertama pada kategori ini kembali diraih Syarief Gerald Prasetya dan Adhi Kusnadi melalui penelitian mengenai transformasi sistem penjaminan simpanan berbasis risiko dengan integrasi XAI, premi dinamis, dan tata kelola blockchain.

Pada kategori Promising Papers, penghargaan dibagi berdasarkan wilayah untuk mengapresiasi karya potensial dari berbagai daerah. Pembagian tersebut mencakup Sumatera; Jawa-Bali dan luar negeri; Kalimantan dan Sulawesi; serta NTB, NTT, Maluku, dan Papua.

Untuk wilayah Sumatera, juara pertama diraih Muhammad Aditia Rizki melalui penelitian tentang financial digital twin berbasis AI untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Di wilayah Jawa-Bali dan luar negeri, juara pertama diraih Asrofi Andrian, Felinda Okta Erdiana, dan Najwa Tazkia melalui penelitian mengenai pengaruh rasio kecukupan modal dan kredit bermasalah terhadap stabilitas bank, dengan penjaminan simpanan sebagai variabel moderasi.

Sementara itu, wilayah Kalimantan dan Sulawesi menempatkan Aura Nabil Arsy, Natasya Nabila, dan Fransiska Dessora Sinaga sebagai juara pertama melalui penelitian tentang kerangka multiobjektif untuk mengevaluasi resolusi bank dengan mempertimbangkan risiko penularan sistemik.

Adapun wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua dimenangi Irawan Abae melalui penelitian mengenai efektivitas kebijakan moneter, makroprudensial, dan Tingkat Bunga Penjaminan LPS terhadap pengambilan risiko bank di Indonesia.

Melalui berbagai kategori tersebut, LPS CFR 2026 memberikan ruang bagi peneliti dari beragam latar belakang untuk menyumbangkan gagasan mengenai penjaminan simpanan, industri asuransi, dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed