PTDI Tambah Kapasitas Produksi N219, Hanggar Khusus Disiapkan Untuk Perkuat Pasar

Bandung (BRS) – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperkuat pengembangan pesawat N219 dengan menambah fasilitas produksi khusus. PTDI meresmikan hanggar final assembly N219 di Bandung, Rabu (26/8/2026), sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mempercepat penyelesaian pesawat sesuai permintaan pasar.

Fasilitas baru tersebut memungkinkan PTDI meningkatkan kemampuan produksi N219 hingga 12 unit per tahun untuk berbagai varian. Penambahan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya PTDI menangkap peluang pasar pesawat multifungsi yang dinilai memiliki prospek kuat, khususnya untuk melayani kebutuhan konektivitas antardaerah di Indonesia.

Peresmian hanggar dilakukan Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan bersama Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto, dan dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dan pembeli N219, vendor, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Acara peresmian hanggar tersebut juga dirangkaikan dengan Simposium Nasional HUT ke-50 PTDI yang bertema “Memperkuat Konektivitas Udara untuk Pemerataan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kemandirian Industri Penerbangan Indonesia”.

Kepada awak media Gita mengatakan, penguatan fasilitas produksi menjadi penting seiring meningkatnya minat terhadap N219. Untuk pasar komersial, pesanan yang diterima PTDI kini bertambah tiga unit sehingga totalnya mencapai tujuh unit.

“Berbagai varian pesawat N219 siap dibuat, tergantung pesanan para peminat. Dengan hanggar baru khusus N219 ini, kapasitas produksi menjadi 12 unit per tahun,” kata Gita.

Menurutnya, bertambahnya pemesan menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap kemampuan N219. PTDI pun terus mendorong pengembangan berbagai varian sesuai kebutuhan, termasuk untuk angkutan penumpang maupun kargo.

Dalam kesempatan tersebut, PTDI juga menyerahkan secara simbolis satu unit N219 yang telah selesai diproduksi kepada PT Mitra Aviasi Perkasa. Perusahaan tersebut sebelumnya telah memesan empat unit N219 varian kargo.

Sementara itu, Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto menilai pengembangan N219 merupakan langkah strategis PTDI untuk mengisi kebutuhan pesawat multifungsi yang sesuai dengan karakter geografis Indonesia.

Menurutnya, kemampuan N219 beroperasi di landasan pendek membuat pesawat tersebut berpotensi melayani puluhan kabupaten, terutama wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi udara.

“Pesawat multifungsi seperti N219 sangat dibutuhkan untuk transportasi, kargo, medis, hingga pariwisata, terutama di kawasan terluar, terdepan, dan tertinggal,” kata Febrian.

N219 dirancang dengan kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL), sehingga dapat beroperasi di landasan pendek, termasuk landasan sekitar 800 meter. Karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan N219 untuk mendukung distribusi logistik dan membuka konektivitas ke wilayah terpencil.

Pesawat ini juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan angkutan kargo di berbagai daerah, mulai Papua, Maluku hingga pedalaman Kalimantan. PTDI menyebut produksi N219 turut menggunakan campuran material khusus buatan Indonesia.

Dengan bertambahnya fasilitas produksi dan meningkatnya pesanan, PTDI berharap N219 tidak hanya berkembang sebagai produk industri dirgantara nasional, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan konektivitas udara dan pemerataan ekonomi antardaerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed