Hari Indonesia Menabung, OJK Jabar Sasar 111 Ribu Pelajar

Soreang (BRS) – Upaya membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar terus diperkuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah dan industri perbankan. Tahun ini, gerakan tersebut menjangkau lebih dari 111 ribu pelajar melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) Jawa Barat 2026.

Penguatan budaya menabung itu menjadi bagian dari Puncak HIM Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu. Ratusan pelajar SD, SMP, dan SMA mengikuti kegiatan yang dikemas dengan edukasi keuangan secara interaktif.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, kebiasaan menabung perlu dikenalkan sejak usia sekolah karena berkaitan dengan kemampuan generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan pada masa mendatang.

“Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sekaligus membangun kesadaran generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak,” ucap Darwisman di Soreang, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, literasi keuangan tidak cukup hanya dengan memberikan akses terhadap produk perbankan. Pelajar juga perlu dibekali pemahaman agar dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Karena itu, kegiatan HIM Jawa Barat 2026 tidak berhenti pada seremoni. Industri perbankan secara serentak melakukan edukasi keuangan sekaligus pembukaan rekening pelajar di 306 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Program tersebut tercatat menjangkau 111.298 pelajar. Pelepasan puluhan mobil edukasi dan layanan perbankan menjadi penanda dimulainya kegiatan yang akan bergerak dari satu sekolah ke sekolah lainnya di berbagai daerah Jawa Barat.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, kebiasaan menabung memiliki nilai lebih dari sekadar mengumpulkan uang. Menurutnya, aktivitas sederhana itu dapat menjadi latihan bagi pelajar untuk membangun disiplin dan tanggung jawab.

“Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan merencanakan masa depan,” kata Dadang.

Di SRT 4 Kabupaten Bandung, pelajar mendapatkan materi mengenai pentingnya menabung, cara sederhana mengatur keuangan, hingga pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan yang aman. Edukasi berlangsung secara interaktif melalui tanya jawab dan simulasi praktik menabung.

Kegiatan serupa juga berlangsung secara serentak melalui OJK Tasikmalaya dan OJK Cirebon bersama pemerintah daerah serta industri perbankan di wilayah masing-masing.

OJK Jabar menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar. Ke depan, penguatan literasi dan akses keuangan akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah, industri perbankan, serta pemangku kepentingan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan berbagai program edukasi.

Dengan demikian, rekening pelajar yang dibuka tidak sekadar menjadi fasilitas perbankan, tetapi diharapkan menjadi langkah awal membangun kebiasaan mengelola uang secara sehat dan terencana sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed