Bandung (BRS) – Kereta api semakin menjadi pilihan wisatawan mancanegara (wisman) untuk menjelajahi berbagai kota di Indonesia. Pada Juli 2026, sebanyak 96.940 wisman menggunakan layanan kereta api jarak jauh yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Angka tersebut menjadi volume bulanan tertinggi sejak 2022. Dibandingkan Juli 2025 yang mencatat 89.526 wisman, jumlah pengguna pada Juli tahun ini meningkat 8,28 persen. Capaian itu juga 67,21 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulanan Januari-Juli 2026 yang berada di kisaran 57.973 wisman.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran kereta api dalam mendukung perjalanan wisata antarkota bagi wisatawan asing.
“Hampir 97 ribu wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh pada Juli 2026. Ini menjadi catatan bulanan tertinggi sejak 2022 dan memperlihatkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari perjalanan wisata mereka di Indonesia,” ujar Anne, Sabtu (22/8/2026).
Secara kumulatif, KAI telah melayani 405.814 wisman sepanjang Januari-Juli 2026. Jumlah tersebut tumbuh 3,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 390.745 wisman.
Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, penggunaan kereta api jarak jauh oleh wisman terus menunjukkan peningkatan. Pada 2022 tercatat 300.708 pengguna, kemudian naik menjadi 580.995 pada 2023 dan 669.226 pada 2024. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 694.123 wisman sepanjang 2025.
Pada Juli 2026, Yogyakarta menjadi titik keberangkatan yang paling banyak digunakan wisman dengan jumlah 21.933 orang. Selanjutnya Stasiun Gambir melayani 18.480 wisman, disusul Stasiun Bandung sebanyak 9.330 orang.
Sepuluh stasiun dengan volume keberangkatan wisman tertinggi pada Juli 2026 meliputi Yogyakarta (21.933), Gambir (18.480), Bandung (9.330), Surabaya Gubeng (4.194), Pasarsenen (4.093), Malang (3.661), Semarang Tawang Bank Jateng (3.167), Probolinggo (3.061), Lempuyangan (1.977), dan Solo Balapan (1.808).
Secara keseluruhan, sepuluh stasiun tersebut melayani 71.704 wisman atau sekitar 73,97 persen dari total pengguna kereta api jarak jauh pada Juli 2026.
Sebaran tersebut menunjukkan kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi antarkota, tetapi juga berperan menghubungkan berbagai kawasan yang menjadi tujuan wisata, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Probolinggo hingga Solo.
“Wisatawan dapat berpindah dari satu kota ke kota lain dengan perjalanan yang terjadwal dan terhubung dengan berbagai destinasi. KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar pengalaman menggunakan kereta api semakin nyaman dan berkesan bagi wisatawan selama menjelajahi Indonesia,” pungkasnya.








