Pilah Sampah Dari Rumah Jadi Kunci, Jabar Berseka Ditarget Tuntas 80 Persen di 2029

Bandung (BRS) – Tumpukan sampah di Bandung Raya yang mencapai hampir 2.000 ton per hari tidak bisa lagi ditangani hanya dengan truk dan TPA. Karena itu pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, dan kabupaten/kota se-Bandung Raya sepakat memulai dari hal paling dasar, yaitu rumah tangga.

Gerakan Jabar Berseka atau Bersih, Resik, dan Indah resmi digelorakan Jumat (24/7) di Sport Jabar Arcamanik. Lewat Apel Siaga dan Deklarasi Pilah Sampah dari Rumah, lebih dari 4.000 orang dari unsur pemerintah, TNI, Polri, kampus, RT/RW, sampai komunitas lingkungan kompak menyerukan satu pesan: pisahkan sampah sejak di dapur.

Dalam paparannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan sampah bukan lagi sekadar persoalan kebersihan. Kalau dikelola benar, sampah bisa jadi sumber energi, pupuk, bahkan bahan bakar.

“Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar,” ucapnya.

Pemerintah pusat saat ini juga sedang mempercepat pembangunan fasilitas pengolah sampah jadi listrik di 60 kota. Targetnya, praktik pembuangan terbuka atau open dumping bisa dihentikan dalam 2 tahun. Tapi Zulkifli mengingatkan, semua itu akan percuma kalau di rumah tidak ada pemilahan.

“Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti persoalan budaya. Ia prihatin karena masih banyak warga yang memilih merekam tumpukan sampah ketimbang memungutnya.

“Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah,” tegas Gubernur yang akrab disapa KDM.

Untuk menanamkan budaya baru, Pemprov Jabar akan memasukkan kegiatan pilah sampah ke kurikulum sekolah. Siswa juga akan diajak membawa sampah plastik bersih untuk didaur ulang bersama industri mitra. Bahkan penerima bantuan pendidikan akan dilibatkan dalam program ini.

Selain itu, KDM juga memastikan akan ada Peraturan Gubernur yang melarang membuang sampah sembarangan dan disertai sanksi tegas.

“Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah,” ujarnya.

Dengan pendekatan dari rumah, sekolah, hingga kebijakan daerah, pemerintah menargetkan 80% persoalan sampah di Indonesia bisa dituntaskan pada 2029. Jabar Berseka diharapkan jadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil di rumah.

 

Gambar : Ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *