Bandung (BRS) – Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung untuk memperkuat kampanye perlindungan perempuan dan anak di lingkungan transportasi publik. Bersama komunitas railfans dan sejumlah pemangku kepentingan, KAI mengajak masyarakat berperan aktif mencegah sekaligus melawan segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual di kereta api.
Kampanye tersebut diwujudkan melalui talkshow bertajuk “Jadikan Kereta Api Tempat Aman untuk Semua” yang digelar di Stasiun Bandung, Kamis (23/7). Kegiatan ini melibatkan Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), akademisi, kepolisian, hingga organisasi kepemudaan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menciptakan ruang publik yang aman.
Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung Hendra Wahyono mengatakan, keselamatan pelanggan bukan hanya soal perjalanan kereta api yang lancar dan tepat waktu. Menurutnya, rasa aman setiap penumpang selama berada di stasiun maupun di dalam kereta juga menjadi prioritas utama perusahaan.
“Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ruang publik, termasuk transportasi kereta api, harus menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh pelanggan melalui berbagai upaya preventif, edukatif, dan kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan,” kata Hendra.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika melihat ataupun menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian.
Menurut Hendra, upaya menciptakan transportasi publik yang aman tidak bisa dilakukan KAI sendirian. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar budaya saling peduli semakin tumbuh di ruang publik.
“Kami percaya transportasi publik yang aman lahir dari kolaborasi. Karena itu kami mengapresiasi dukungan komunitas railfans, akademisi, aparat penegak hukum, serta organisasi kepemudaan yang bersama-sama mengedukasi masyarakat. Sinergi ini menjadi langkah nyata menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual,” ucapnya.
Dalam talkshow tersebut, para narasumber yang terdiri atas Dosen FISIP Universitas Padjadjaran Dr. Antik Bintari, perwakilan IRPS Tantra Madhyastha Pradhana, serta anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung Cecep Suhendra memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi di ruang publik. Mereka juga menjelaskan langkah pencegahan, pentingnya memberikan dukungan kepada korban, hingga mekanisme pelaporan jika terjadi tindak kekerasan maupun pelecehan seksual.
Tak hanya di Bandung, kampanye serupa juga digelar di Stasiun Cianjur oleh Komunitas Railfans Cianjur bersama Youth Advisory Group. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak lebih berani mengenali, mencegah, dan melaporkan setiap tindakan pelecehan seksual di transportasi publik.
Sebagai bentuk komitmen memberikan rasa aman kepada pelanggan, KAI Daop 2 Bandung terus memperkuat sistem keamanan di seluruh area operasional. Upaya itu dilakukan melalui penempatan petugas keamanan, pemasangan CCTV di berbagai titik strategis stasiun maupun di dalam kereta, serta mempererat koordinasi dengan aparat kepolisian.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, KAI Daop 2 Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan ruang publik yang aman semakin meningkat. Dengan dukungan seluruh pihak, kereta api diharapkan menjadi moda transportasi yang nyaman dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan seksual bagi semua penumpang.









