Bandung (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api antarkota dari Stasiun Garut menuju Jakarta selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Berdasarkan data terbaru hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, tingkat okupansi pada sejumlah perjalanan bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Assistant Manager Pemasaran Angkutan KAI Daop 2 Bandung, Tutur Prasetiyo, menjelaskan bahwa tingginya okupansi ini menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas selama momen Lebaran, khususnya untuk rute Garut–Jakarta.
“Selama periode H-10 hingga H+5 Lebaran, yakni mulai 11 Maret hingga 27 Maret 2026, okupansi untuk KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen mencapai 162,9 persen, dengan total kapasitas kursi sebanyak 9.520 tempat duduk. Sementara untuk KA Papandayan relasi Garut–Gambir, okupansinya mencapai 102 persen dari total 7.990 kursi yang tersedia,” kata Tutur dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, angka okupansi di atas 100 persen tersebut dimungkinkan karena adanya penumpang dinamis dalam satu rangkaian perjalanan, di mana satu kursi dapat digunakan lebih dari satu penumpang dalam relasi berbeda.
Selain itu, data pergerakan penumpang di Stasiun Garut juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9.328 penumpang berangkat dari Stasiun Garut, sementara jumlah penumpang yang turun mencapai 12.647 orang.
“Angka ini menunjukkan bahwa Stasiun Garut tidak hanya menjadi titik keberangkatan, tetapi juga menjadi tujuan bagi masyarakat yang kembali ke daerah selama Lebaran,” tambahnya.
Memasuki masa arus balik, KAI Daop 2 Bandung juga mencatat tren pergerakan penumpang yang mulai meningkat secara bertahap.
Pada hari kedua Lebaran, tepatnya 22 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat sebanyak 778 orang. Sementara pada hari ini, 27 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat tercatat mencapai 739 orang.
Tutur menyebutkan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan penjualan tiket yang terus berlangsung hingga menjelang keberangkatan kereta.
“Kami memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini, seiring dengan berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya masyarakat ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya untuk beraktivitas,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 2 Bandung terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, mulai dari optimalisasi rangkaian kereta, pengaturan operasional perjalanan, hingga peningkatan pelayanan di stasiun.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kenyamanan bersama,” tutup Tutur.
KAI Daop 2 Bandung memastikan akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, khususnya dalam mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026.








