Bandung (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melakukan penataan besar di Stasiun Cimahi guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama Angkutan Lebaran 2026. Langkah ini difokuskan pada pengaturan ulang alur layanan agar lebih tertib, aman, dan efisien.
Sejak Senin (16/3) kemarin, KAI Daop 2 resmi memisahkan akses antara penumpang kereta api lokal dan kereta api jarak jauh. Kebijakan ini diyakini mampu mengurai kepadatan serta memperlancar mobilitas penumpang di area stasiun.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa penataan ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan.
“Dengan pemisahan akses ini, pelanggan bisa merasakan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan tertib,” kata Kuswardojo di Cimahi, Selasa (17/3/2026).
Dalam skema baru, sisi selatan Stasiun Cimahi kini melayani keberangkatan KA Lokal atau Commuter Line dengan tujuan seperti Padalarang, Cicalengka, Cibatu, Garut, hingga Purwakarta. Sementara itu, sisi utara difokuskan untuk keberangkatan KA Jarak Jauh, sehingga proses boarding menjadi lebih kondusif.
Selain itu, seluruh penumpang diwajibkan menggunakan fasilitas sky bridge sebagai jalur menuju peron, sebagai upaya peningkatan keselamatan. KAI juga mengingatkan penumpang untuk datang lebih awal.
Pasalnya, proses boarding akan ditutup lima menit sebelum keberangkatan guna mengantisipasi waktu tempuh menuju peron melalui sky bridge.








