Bandung (BRS) – Pemerintah memperkuat stimulus ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 dengan menempatkan sektor transportasi publik sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri.
Kebijakan diskon tarif transportasi sebesar 30 persen diharapkan mampu menjaga daya beli, memperlancar arus mudik dan balik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.
Dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa optimalisasi perjalanan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional menjadi bagian penting dari strategi penguatan ekonomi nasional.
Diskon tarif transportasi diterapkan untuk mendorong mobilitas, mendukung sektor pariwisata, dan menjaga kelancaran aktivitas ekonomi selama masa libur panjang.
Berdasarkan evaluasi pemerintah, mobilitas masyarakat pada Idul Fitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sementara pada periode Natal dan Tahun Baru tercatat 110,43 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11 persen.
Merujuk pada tren tersebut, pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Untuk moda kereta api, diskon tarif sebesar 30 persen ditetapkan bagi perjalanan pada periode 14–29 Maret 2026.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan layanan Angkutan Idul Fitri 2026 dengan menyediakan lebih dari 1,2 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui seluruh kanal penjualan resmi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa implementasi diskon stimulus dilakukan secara bertahap dan terintegrasi melalui sistem penjualan KAI.
“Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk selama Angkutan Lebaran yang dapat diakses masyarakat melalui kanal resmi penjualan mulai Selasa sore ini,” kata Anne.
Selain kapasitas reguler, KAI juga menyiapkan sekitar 660 ribu tempat duduk kereta api tambahan untuk memperluas pilihan perjalanan dan membantu pengelolaan arus mudik dan balik.
Tiket kereta api tambahan mulai dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB.
Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 848.188 tiket kereta api reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026.
Puncak pemesanan sementara tercatat pada 24 Maret 2026, disusul 23, 19, dan 18 Maret. Di luar tanggal tersebut, ketersediaan tiket masih terbuka luas, memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
Sementara itu, kebijakan stimulus ini juga diimplementasikan secara operasional di daerah, termasuk di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung.
KAI Daop 2 Bandung memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta pelayanan pelanggan dalam mendukung diskon tarif 30 persen bagi kereta api kelas ekonomi komersial selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa seluruh jajaran di wilayah Daop 2 Bandung siap menjalankan kebijakan tersebut guna memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan nyaman.
“Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan stimulus pemerintah, KAI Daop 2 Bandung memastikan layanan Angkutan Lebaran 2026 berjalan optimal, baik dari sisi operasional maupun pelayanan kepada pelanggan,” tegas Kuswardojo.
Selain layanan reguler, KAI juga mengoperasikan kereta api tambahan untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Penjualan tiket kereta api tambahan dapat dilakukan mulai 11 Februari 2026 pukul 00.00 WIB melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI.
Untuk wilayah Daop 2 Bandung, relasi perjalanan jarak jauh menuju kota-kota utama di Pulau Jawa masih menjadi pilihan favorit masyarakat, mencerminkan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota selama masa mudik dan balik Lebaran.
Melalui kebijakan diskon tarif transportasi dan kesiapan layanan yang menyeluruh, KAI mendukung langkah pemerintah dalam mengelola Angkutan Idul Fitri 2026 agar berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.














