Angkutan Barang KAI Meningkat di 2025, Batu Bara Dominasi 82,4 Persen

Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada layanan angkutan barang sepanjang tahun 2025. Total volume angkutan mencapai 69.791.691 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 69.201.670 ton. Capaian ini menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung logistik nasional.

Peningkatan tersebut ditopang oleh distribusi beragam komoditas, mulai dari angkutan retail, peti kemas, batu bara, semen klinker, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hasil perkebunan, hingga komoditas lainnya.

Keberagaman muatan ini mencerminkan fleksibilitas dan kapasitas layanan angkutan barang KAI dalam menopang sektor energi, industri, dan perdagangan antardaerah.

Sepanjang 2025, batu bara menjadi komoditas utama dengan total angkutan mencapai 57.522.994 ton atau setara 82,4 persen dari keseluruhan volume angkutan barang KAI. Kontribusi signifikan ini berperan krusial dalam menjaga pasokan energi nasional, khususnya untuk mendukung operasional pembangkit listrik di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya, Senin (12/1/2026), menyampaikan bahwa peningkatan kinerja angkutan barang mencerminkan tingginya kepercayaan pengguna jasa terhadap moda transportasi berbasis rel yang andal, aman, dan terjadwal.

Menurut Anne, kelancaran distribusi logistik melalui kereta api memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Pergerakan barang yang stabil mendukung kesinambungan aktivitas industri, menjaga ketersediaan energi dan bahan baku, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya distribusi.

“Selain itu, angkutan barang berbasis rel turut berkontribusi mengurangi kepadatan dan beban jalan raya, sehingga berdampak positif terhadap keselamatan dan lingkungan,” kata Anne.

Ke depan, KAI terus memperkuat layanan angkutan barang melalui optimalisasi sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas angkut, serta pengelolaan operasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Langkah ini dilakukan agar kereta api tetap menjadi tulang punggung logistik nasional sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *