Ribuan Mahasiswa Unpad KKN Di 203 Desa, Fokus Penanganan Kemiskinan dan Pengelolaan Sampah

Jatinangor (BRS) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, secara resmi melepas 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 203 desa yang tersebar di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Kegiatan pelepasan berlangsung di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (9/1/2026).

Dalam sambutannya, Herman menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan bertumpu pada dua aspek utama, yakni peningkatan pendapatan dan pengurangan beban pengeluaran masyarakat.

Ia berharap mahasiswa KKN dapat berperan sebagai penghubung yang membantu masyarakat mengakses peluang, meningkatkan penghasilan, serta menekan pengeluaran rumah tangga.

“Kunci penanggulangan kemiskinan itu ada dua, pendapatan harus meningkat dan beban pengeluaran harus berkurang. Adik-adik mahasiswa diharapkan mampu mengantarkan masyarakat untuk mengakses peluang tersebut,” tegasnya.

Herman juga menekankan pentingnya penguatan literasi keluarga dan literasi keterampilan hidup (life skill). Meski durasi KKN relatif singkat, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata melalui transfer pengetahuan dan pendampingan yang aplikatif.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyampaikan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat menjembatani teori akademik dengan persoalan riil di lapangan.

“Selamat belajar di tempat KKN. Semoga ilmu yang didapatkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebanyak 3.382 mahasiswa bersama 203 dosen pembimbing akan diterjunkan ke 203 desa di 46 kecamatan. Rinciannya, 157 desa berada di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu dan 46 desa lainnya tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Seluruh peserta KKN pun telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program KKN ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026, dengan fokus pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah.

Bupati Sumedang, Dr. Dony Ahmad Munir, mengapresiasi kepercayaan Unpad yang menjadikan wilayahnya sebagai lokasi KKN. Ia meyakini kehadiran mahasiswa akan memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan daerah.

“Kami mendapat energi dari akademisi yang akan menjadi wahana solutif dalam menyelesaikan persoalan di Sumedang,” katanya.

Hal senada disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dan membuka akses data hingga tingkat kecamatan dan desa guna mendukung kelancaran KKN.

“Kami siap secara data dan mengajak para camat serta kepala desa untuk bekerja sama. Ini kesempatan yang luar biasa,” ujarnya.

Melalui program KKN ini, Unpad berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembangunan berbasis pemberdayaan serta mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *