[ad_1]
PT PLN (Persero) memanfaatkan energi panas bumi atau gheothermal untuk membantu sistem kelistrikan di Ruteng, Manggarai, NusaTenggara Timur (NTT). Hal tersebut sebagai bentuk komitmen untuk memanfaatkan energi baru terbarukan.
Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat Agung Murdifi mengatakan, pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) diambil dari tiga sumur dengan kedalaman masing-masing untuk ulumbu satu sedalam 1.887,4 m, ulumbu dua sekitar 878,6 dan ulumbu tiga sedalam 945,4 m.
“Ulumbu ini terletak di desa Wewo, Manggarai dekat dengan gunung vulkanik Anak Ranaka. Memanfaatkan sumber uap dari kaki gunung Pocoleok,” kata Agung, di Jakarta, Kamis (11/2/2016).
PLTP ulumbu mempunyai daya terpasang sebesar 4 x 2,5 Mega Watt (MW) yang memasok aliran listrik ke dalam sistem Ruteng. Ada pun sebagian daerah yang mendapatkan aliran listrik dari PLTP ini yakni kabupaten Manggarai, sebagian Manggarai timur dan Manggarai Barat.
Saat ini sistem listrik Ruteng di pasok dari PLTD Waso dan PLTP Ulumbu. Dengan ada PLTP Ulumbu PLN berhasil menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 60 persen, jika sebelumnya ketika hanya dipasok dari PLTD membutuhkan bahan bakar solar hingga 900 ton per bulan, kini hanya 150 ton per bulan.
“Saat ini yang sudah beroperasi 3 unit. Rencananya pada Maret, 4 unit beroperasi artinya semua PLTD akan kami hentikan operasinya. Tentu saja kami akan menghemat BPP, karena tidak ada lagi pembelian BBM jenis solar, ” tutur Agung.
PLTP ulumbu ini diresmikan pada 11 November 2011 sementara untuk pengoperasiannya mulai Januari 2012. Saat ini beban puncak Ruteng untuk siang 4,4 MW , untuk malam hari sebesar 8,1 MW. (Pew/Ahm)
[ad_2]













