YOUR VOICE – MENYANYI

Musik75 views

Macam-macam Teknik Bernyanyi

Nah, untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi, ada beberapa teknik bernyanyi yang perlu diperhatikan dan dilatih secara rutin. Teknik bernyanyi yang bisa kita latih setiap hari di antaranya teknik intonasi, artikulasi, resonansi, pernapasan, dan pembawaan. Segera kuasai lima teknik bernyanyi ini sebagai bekal untuk masuk industri musik. Bahkan, besar juga peluang untuk menjadi penyanyi di masa depan jika kita bisa menghasilkan suara yang jelas, merdu, dan berkualitas.

  1. Teknik Intonasi

    Teknik intonasi merupakan teknik bernyanyi yang berkaitan dengan kemampuan dalam menentukan ketepatan tinggi-rendahnya bunyi di setiap nada. Ada tekanan yang berbeda dalam setiap jumlah suku kata dalam sebuah lirik yang dinyanyikan. Teknik intonasi bisa dilatih dengan mengubah tempo dari lambat ke cepat, tempo yang lebih variatif, latihan bernyanyi dengan nada rendah ke tinggi, melafalkan artikulasi na, ka, la, dan ra, serta latihan dengan tangga nada kromatis.

  2. Teknik Artikulasi

    Teknik artikulasi dapat diartikan sebagai jenis teknik bernyanyi yang mengubah saluran di ruang rongga udara. Hal itu dimaksudkan agar seorang penyanyi bisa menghasilkan bunyi atau suara yang lebih jelas. Sementara dalam aktivitas bernyanyi, banyak orang dalam dunia tarik suara mengartikan bahwa artikulasi sebagai sebuah teknik pelafalan kata dengan jelas, lancar, dan baik saat disimak. Menurut pendapat ini, artikulasi memiliki tujuan agar pendengar dapat lebih mengerti dan lebih mudah dalam memahami pesan lagu.

    Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar bisa menguasai teknik artikulasi dengan baik. Di antaranya adalah menentukan posisi badan yang tegak; posisi mulut; latihan vokalisis; latihan teknik pembentukan bunyi vokal; dan latihan teknik pembentukan bunyi konsonan.

  3. Teknik Resonansi

    Resonansi dalam teknik bernyanyi pada dasarnya adalah suatu gejala bunyi yang mengembalikan bunyi ke suatu ruangan lain. Hal ini bisa jadi menimbulkan gema karena adanya pantulan suara yang berasal dari ruangan dengan dinding keras. Resonansi memiliki peran penting untuk membuat pita suara menjadi lebih nyaring dan indah. Oleh karena itu, penguasaan resonansi yang baik dan benar akan menghasilkan teknik vokal dalam bernyanyi yang baik dan benar pula.

    Resonansi dapat dibentuk secara alami dan menghasilkan suara yang nyaring apabila melakukan latihan dengan optimal. Hal ini dikarenakan suara yang yang berasal dari pita suara hanya memiliki ukuran 1,5-2 cm saja atau bisa dikatakan sangat lemah.

  4. Teknik Pernapasan

    Untuk menguasai teknik bernyanyi, pernapasan menjadi salah satu teknik vokal yang berperan penting sehingga perlu untuk dilatih secara rutin dan berkelanjutan. Ini karena seorang penyanyi akan lebih memerlukan banyak udara yang keluar dan masuk melalui paru-paru. Sebaliknya, apabila seorang penyanyi tidak melatih pernapasan secara rutin dan konsisten, maka akan berakibat pada ketahanan daya tahan tubuh. Hal ini dapat membuat lagu yang dinyanyikan menjadi mudah terjeda atau terputus karena napas tersengal-sengal.

    Ada tiga jenis teknik pernapasan yang perlu dipelajari dalam teknik bernyanyi, yaitu pernapasan dada, pernapasan perut, dan pernapasan diafragma.

    • Pernapasan dada

      Pernapasan dada dapat dilakukan dengan cara menghirup udara ke dalam paru-paru dan menempatkkannya pada bagian atas. Pernapasan dada bisa dikatakan juga sebagai napas pendek dan tidak cocok dipakai saat bernyanyi. Jenis pernapasan ini sering digunakan dalam menyanyikan lagu yang memiliki nada-nada rendah. Tetapi, pernapasan dada membuat seorang penyanyi bisa kehabisan napas saat bernyanyi.

    • Pernapasan perut

      Pernapasan perut merupakan pernapasan yang bisa menghasilkan suara menjadi lebih keras, namun, tidak cukup bagus apabila digunakan pada saat bernyanyi. Sebab, pernapasan perut dilakukan dengan cara menghirup udara untuk kemudian dimasukkan dan ditahan dalam rongga perut hingga mengembang besar. Teknik pernapasan ini kurang efektif karena udara yang masuk menjadi lebih cepat keluar dan mengakibatkan penyanyi mudah kehabisan napas.

    • Pernapasan diafragma

      Teknik pernapasan terbaik yang sering digunakan oleh penyanyi adalah pernapasan diafragma. Penyanyi mampu mendapatkan udara lebih banyak dengan teknik ini, sehingga membuat napas menjadi lebih panjang dan kontrol udara menjadi lebih mudah.

      Pada pernapasan diafragma, napas yang dikeluarkan dapat dikontrol dengan sadar oleh diafragma dan otot bagian kiri. Ketika diafragma menegang dan lurus, secara otomatis rongga perut dan rongga dada menjadi lebih longgar. Pada saat seperti itu, volume menjadi bertambah sehingga membuat tekanan berkurang dan udara bisa masuk ke paru-paru lebih banyak.

  5. Teknik Pembawaan

    Teknik pembawaan dalam bernyanyi merupakan bagian dari salah satu teknik yang harus dimiliki oleh penyanyi pada saat menyanyikan sebuah lagu. Meski memiliki teknik vokal yang baik dan benar tetapi tidak sesuai dalam membawakan lagu, maka penyanyi tidak akan menarik dan kurang disukai oleh pendengar. Oleh karena itu, memiliki pembawaan yang benar dalam membawakan lagu menjadi penting karena bagian dari hubungan penyanyi dengan penikmat.

    Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi seorang penyanyi ketika menyajikan lagu untuk pendengar, yaitu tema, tempo, dinamika, ekspresi, irama, pesan, dan gaya menyanyi

    Sumber : Superlive

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *