REKOR BARU! INDO PREMIER CATAT NILAI TRANSAKSI SAHAM SENILAI 5,8 TRILIYUN

EKONOMI143 views

Jakarta (BRS) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja melakukan listing di pasar modal Indonesia, Senin (11/4/2022).

GOTO meraup Rp15,8 triliun, yang terdiri dari Rp13,7 triliun yang ditawarkan melalui IPO dan Rp2,1 triliun yang dilepas melalui skema greenshoe.

Ada pun nilai kapitalisasi GOTO diperkirakan mencapai Rp400 triliun, yang kemungkinan besar menempatkan GOTO sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar keempat di Bursa Efek Indonesia.

Dengan berakhirnya masa penawaran saham GOTO, Moleonoto selaku Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap go public perusahaan lokal ini. Hal ini terefleksi dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) pada masa penawaran sebesar 15,7x.

“Hanya melalui IPOT saja, tercatat 107.385 investor yang mendapatkan saham IPO GOTO di pasar primer. Ini rekor tertinggi yang pernah dicapai satu sekuritas di Indonesia sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” ucap Moloenoto di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Sebelumnya, seluruh partipasi investor terhadap IPO tidak pernah menyentuh angka 100 ribu.

“IPOT sendiri sebagai satu-satunya penjamin emisi efek GOTO mencatatkan rekor delivery saham GOTO kepada lebih dari 100 ribu investor,” katanya.

IPO GOTO ini menciptakan banyak rekor baru, termasuk perusahaan efek yang berperan di dalam underwriting, selain Indo Premier mencetak rekor jumlah investor tertinggi yang mendapatkan saham IPO di pasar primer.

Secara nominal, Indo Premier juga mencatatkan rekor nilai penjaminan emisi efek yang pernah di-handle oleh perusahaan lokal Indonesia, yakni senilai lebih dari Rp. 5,83 triliun.

Rekor Indo Premier ini terdukung kehandalan platform IPOT yang mampu mengandeng seluruh investor Indonesia, mulai dari pembukaan rekening dengan mudah dan cepat, sampai dengan cara melakukan pemesanan dan transaksi yang mudah dan fleksibel.

“Ini sepenuhnya lokal investor. Investor asing yang ingin mendapatkan eksposure pertumbuhan ekonomi Indonesia baru bisa melakukan pembelian GOTO melalui pasar sekunder setelah listing di Bursa Efek Indonesia. IPO GOTO ini layak disebut pesta nusantara, pesta Indonesia. Dari lokal, oleh lokal, untuk lokal,” tutup Moleonoto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *