Pemprov Jabar Berencana Bangun Bendungan Di Ujungjaya Sumedang

Bandung (BRS) – Sebagai provinsi yang rentan kebencanaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan antisipasi pencegahan meluasnya dampak jika terjadi bencana.

Hal tersebut dikemukan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin kala meninjau korban banjir yang melanda enam desa di Kertajati Majalengka pada Selasa (13/2/2024) lalu.

Enam desa tersebut adalah Desa Babakan, Desa Kertajati, Desa Palasah, Desa Bantarjati, Desa Kertawinangun, dan Desa Pakubereum.

“Berbagai langkah antisipasi pencegahan bencana terus kita lakukan, seperti sementara untuk antisipasi jangka panjang di kawasan ini akan dibangun Bendung Cariang di kawasan Ujungjaya Sumedang yang akan membendung Sungai Cipelang,” ungkap Bey saat usai mengunjungi para korban banjir tersebut.

Menurutnya, Bendung Cariang memang telah ada sejak tahun 1911, namun kondisinya rusak selama kurang lebih dua tahun ke belakang akibat Sungai Cipelang yang dibendungnya kerap meluap dan mengakibatkan tanggul jebol.

“Ini’kan sama dengan yang di Sumedang jadi akan dibangun Bendung Cariang, tapi ada proses jadi mungkin baru akan beres 2027. Sekarang sedang desain pada proses pembangunan, ada lelang segala macam, 2027 baru beres,” ucap Bey.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majalengka, total sebanyak 2.145 bangunan terendam, terdiri dari 2.131 unit rumah, tujuh unit sekolah, dan tujuh tempat badah.

Tak cuma itu, seluas 715 hektare sawah ikut terendam, satu akses jalan terendam, dan 12 titik tanggul jebol. Banjir juga berdampak pada 6.841 jiwa, dari 2.723 KK.

Sementara prakiraan kerusakan dan kerugian yakni kerugian diprediksi sebesar Rp4 miliar dan kerusakan Rp1,7 miliar.

“Untuk rumah -rumah sudah surut, untuk sawah juga akan ada bantuan benih dari Pemkab Majalengka,” kata Bey.

Sejalan itu, pendataan kerusakan masih terus diupayakan. Untuk itu, BPBD Majalengka melakukan assesment dan penanganan darurat di lokasi bencana, dan juga dilakukan pembersihan saluran air yang tersumbat sampah, hingga monitoring debit air di titik tanggul.

Selain banjir, terdapat pula bencana alam lainnya di Majalengka, yakni tanah longsor di Desa Sukamanah, Kecamatan Banjaran. Ini pun tidak luput dari perhatian Pemprov Jabar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *