MENPAREKRAF AJAK MAHASISWA SBM ITB PROMOSIKAN PARIWISATA INDONESIA

Bandung (BRS) – Dalam sebuah kuliah umum SBM-ITB yang digelar secara daring, Senin (23/5/2022), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno, mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia.

“Silahkan, anda membuat komentar, satu paragraf saja tentang media sosial Parekraf. Komentar yang terbaik akan saya ajak berkunjung ke salah satu dari 5 destinasi super prioritas, seperti Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo,” ucap Sandiaga.

Sandiaga juga menitikberatkan tentang tiga komponen keberhasilan revitalisasi sektor pariwisata melalui metode yang disebut 3G, yang terdiri dari Gercep, Geber, dan Gaspol.

“Gercep adalah kependekan dari Gerak Cepat, yang berarti bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memutuskan solusi yang cukup baik dengan cepat daripada menunda-nunda untuk solusi yang sempurna,” tuturnya.

“Geber, kependekan dari Gerak Bersama, menekankan pentingnya bekerja sama dan beradaptasi terhadap keadaan baru. Terakhir, Gaspol mendorong para pemimpin untuk bekerja pada semua faktor potensial untuk sukses,” papar Sandiaga di depan 120 mahasiswa MBA yang hadir.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pemimpin harus tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab dari para mahasiswa MBA Kampus Jakarta, Sandiaga membahas pertanyaan tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Menurutnya, strategi pengembangan IKN akan menggunakan konsep Ecotourism untuk membangun ekonomi kreatif.

“Idenya adalah untuk membangun smart green city dimana terdapat lahan hijau, menggunakan teknologi untuk pengembangan dan berkolaborasi dengan banyak pihak. Di IKN, kita bisa membuat 40 desa wisata. Untuk funding, kami akan menerapkan hanya 10% dari pemerintah dimana sisanya akan didanai oleh sektor swasta,” ucapnya.

Menyoroti tentang Medical Tourism, Sandiaga menjelaskan 3 pilar dasar yang diprediksi akan menjadi lifestyle dan mempunyai potensi besar.

Health tourism yakni konsep pembangunan rumah sakit pariwisata pada daerah tujuan wisata seperti di Bali.

Wellness tourism yang mengedepankan kekayaan warisan leluhur untuk kesehatan dan kebugaran seperti jamu herbal, makanan sehat hingga untuk perawatan tubuh.

Medical conferences untuk menambah pengetahuan dan keahlian dari tenaga kesehatan (nakes) seperti dokter dan perawat.

“Landscape is going to change, it’s time to collaborate. Kadang kita terlalu sibuk untuk berkompetisi dengan negara tetangga, hingga lupa untuk berkolaborasi,” kata Sandiaga.

Kuliah secara bauran ini difasilitasi oleh dosen praktisi yang juga Managing Director dari PT Jababeka Infrastruktur, Dr Agung Wicaksono disiarkan langsung dari Henk Uno Amphitheater di MBA ITB Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *