LIFT RUSAK, 6 PELANGGAN KERETA API SEMPAT TERJEBAK

Ilustrasi

 

 

Bandung (BRS) – PT. KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kendala operasional lift di Stasiun Cimekar Kabupaten Bandung yang mengakibatkan 6 orang pelanggan KA Lokal terjebak di dalam lift tersebut, Minggu (9/4/2023).

Kejadian bermula pada pukul 11.23 WIB ketika 6 orang pelanggan KA Lokal terjebak di dalam lift saat hendak turun dari lantai 2 ke lantai 1 menggunakan lift yang terletak di sisi selatan Stasiun Cimekar baru.

“Dugaan sementara, kerusakan lift terjadi karena ada kendala dalam operasionalnya,” terang Mahendro.

Lebih lanjut Mahendro menjelaskan, bahwa operasional lift tersebut masih dalam tanggung jawab kontraktor dari pemilik proyek bangunan stasiun.

“Itu sebetulnya lift belum diserahterimakan ke KAI, masih tanggung jawab kontraktor. Infonya hari Kamis lalu di uji coba, tapi belum untuk dioperasikan, dan sepertinya selesai di uji coba, lift tersebut lupa untuk di nonaktifkan atau dimatikan lagi oleh teknisinya,” jelas Mahendro.

“Namun kami sangat berterimakasih kepada petugas di lokasi yang siaga, begitu juga dengan petugas Damkar, Basarnas, PMI, yang cekatan dalam melakukan evakuasi,” imbuhnya.

Mahendro menuturkan, begitu mendapati ada pelanggan yang terjebak dalam lift, petugas di stasiun segera menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dari Kabupaten Bandung.

Petugas di stasiun juga menyiapkan peralatan guna menolong para pelanggan yang terjebak seperti peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), tandu, oksigen, serta kursi roda.

Proses evakuasi oleh tim penolong berlangsung selama 40 menit dengan membongkar lift yang mengalami kendala.

“Pada pukul 13.10 WIB seluruh penumpang yang berada di dalam lift berhasil dikeluarkan,” kata Mahendro.

Agar tidak terjadi peristiwa serupa, lanjut Mahendro, pihaknya segera melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung selaku pemilik proyek untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara bertahap terhadap kendala operasional lift.

“Sekali lagi kami memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami akan lakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Untuk sementara lift pada kedua stasiun akan kami nonaktifkan,” tutup Mahendro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *