Becak Listrik Bantuan Presiden Ringankan Beban Pengayuh Lansia di Priangan Timur

Ciamis (BRS) – Beban mengayuh becak di usia senja kini mulai terasa lebih ringan bagi para pengayuh becak di Priangan Timur. Bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai disalurkan kepada para pengayuh lanjut usia yang masih mengandalkan becak sebagai sumber penghasilan.

Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) tersebut menyasar pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas. Selain membantu mengurangi beban fisik, program ini diharapkan tetap menjaga produktivitas para lansia dalam mencari nafkah.

Di Kabupaten Ciamis, sebanyak 160 unit becak listrik diserahkan secara simbolis oleh Bupati Ciamis bersama pihak YGSN di Aula PKK Ciamis, Minggu (6/9/2026).

Bupati Ciamis mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap para pekerja lapangan, khususnya pengayuh becak yang masih bekerja di usia lanjut.

“Dengan adanya bantuan becak listrik ini diharapkan bisa lebih menghemat tenaga, khususnya bagi mereka yang sudah berusia 55 tahun ke atas,” ujar Bupati Ciamis.

Ia juga mengingatkan para penerima agar menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Becak listrik yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, digadaikan maupun dipindahtangankan.

“Jangan dijual, jangan digadaikan dan jangan dipindahtangankan. Betul-betul diperhatikan sehingga bisa membantu kehidupan bapak-bapak semua,” tegasnya.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengatakan bantuan becak listrik telah dirancang sebagai bentuk kehadiran negara bagi para pekerja lanjut usia. Penggunaan teknologi ramah lingkungan itu diharapkan dapat mengurangi beban fisik sekaligus meningkatkan semangat para pengayuh dalam mencari penghasilan.

Penyaluran bantuan kemudian berlanjut di wilayah Priangan Timur lainnya. Di Kota Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya Viman mengumumkan penyaluran 220 unit becak listrik pada Senin (7/9/2026). Jumlah tersebut sama dengan alokasi untuk Kota Banjar.

Bantuan itu diberikan setelah pemerintah melakukan verifikasi dan pencocokan data penerima sejak awal tahun. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk bagi pemilik maupun penyewa becak yang berusia di atas 55 tahun.

“Program ini merupakan hasil verifikasi panjang sejak awal tahun untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi pemilik maupun penyewa becak yang berusia di atas 55 tahun,” ungkap Viman.

Namun, bagi Kota Tasikmalaya, becak listrik tidak hanya dipandang sebagai bantuan untuk meringankan beban pengayuh. Pemerintah kota juga mulai mengarahkannya menjadi bagian dari ekosistem transportasi hijau.

Becak listrik akan disinergikan dengan program prioritas “Rabu Biru”, sebuah gerakan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi emisi gas buang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Melalui program tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya didorong menggunakan jasa becak listrik sebagai sarana mobilitas setiap Rabu.

Dengan demikian, bantuan becak listrik di Priangan Timur tak sekadar mengganti tenaga kayuh dengan tenaga listrik. Di baliknya, ada upaya menjaga penghasilan para pengayuh lansia sekaligus membuka ruang bagi kendaraan ramah lingkungan untuk menjadi bagian dari mobilitas perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *