1.140 Perantau Jateng di Bandung Raya Siap Mudik Gratis

Bandung (BRS) – Sebanyak 1.140 perantau asal Jawa Tengah yang tinggal di Bandung Raya dipastikan akan pulang ke kampung halaman melalui program mudik gratis 2026. Program ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejumlah pemerintah kabupaten, serta berbagai komunitas perantau.

Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, mengatakan program mudik gratis tersebut telah dipersiapkan jauh hari melalui serangkaian koordinasi lintas daerah.

Menurut Farhan, persiapan dimulai sejak Oktober 2025 dengan menggelar rapat koordinasi di Semarang bersama dinas perhubungan se-Jawa Tengah, penyedia transportasi, serta sejumlah instansi terkait.

“Koordinasi sudah kami mulai sejak Oktober tahun lalu. Kami melakukan rapat bersama Dishub se-Jawa Tengah, penyedia bus, dan berbagai pihak terkait. Proses koordinasi berlangsung hingga akhir Januari, baik secara langsung maupun daring,” ujar Farhan di Bandung, Senin (9/3/2026).

Dari hasil koordinasi tersebut, Bandung Raya mendapatkan 23 armada bus untuk mengangkut para perantau menuju berbagai daerah tujuan di Jawa Tengah. Armada tersebut berasal dari sejumlah dukungan pemerintah daerah dan lembaga sosial.

Sebanyak 11 bus disediakan Baznas Provinsi Jawa Tengah, 7 bus dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, 3 bus dari Pemkab Sukoharjo, serta 2 bus dari Baznas Banjarnegara.

Program mudik gratis ini terutama diperuntukkan bagi pekerja sektor informal yang merantau di Bandung Raya, seperti pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, buruh lepas, guru ngaji, hingga mahasiswa.

Adapun sejumlah daerah tujuan yang menjadi rute mudik di antaranya Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Grobogan, Demak, Banjarnegara, Kebumen, Purbalingga, Banyumas, hingga Purworejo. Selama perjalanan, rombongan pemudik akan mendapatkan pendampingan dari dinas perhubungan guna memastikan keamanan dan kelancaran hingga tiba di daerah tujuan.

Farhan menilai program ini mencerminkan kuatnya solidaritas antara paguyuban perantau dengan pemerintah daerah di Jawa Tengah.

“Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya dengan Pemprov Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten di Jawa Tengah dalam memfasilitasi para perantau untuk pulang kampung,” katanya.

Dukungan Daerah

Salah satu dukungan terbesar datang dari Pemerintah Kabupaten Cilacap yang menyiapkan tujuh armada bus untuk para perantau asal daerah tersebut.

Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator Lapangan Kabupaten Cilacap, Jumadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini.

“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah dan Paguyuban Jawa Tengah yang menjadi wadah pelaksanaan Mudik Gratis 2026. Terima kasih juga kepada jajaran Pemkab Cilacap yang tahun ini memberikan amanah tujuh bus,” ujar Jumadi.

Ia menyebut program tersebut sangat membantu masyarakat perantau, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Teman-teman perantau dari Cilacap menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Cilacap. Program ini sangat membantu karena kondisi ekonomi sekarang cukup berat, sehingga mudik gratis benar-benar meringankan mereka,” katanya.

Dengan tambahan armada tersebut, peserta mudik dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap dapat terakomodasi.

Ramadan Perantau dan Aksi Sosial

Selain program mudik gratis, komunitas perantau Jawa Tengah di Bandung Raya juga menggelar berbagai kegiatan sosial dalam rangka Gebyar Ramadan Perantau Jawa Tengah.

Ketua Paguyuban Cah Karanganyar Rantau (Cakra), Waluyo, mengatakan pihaknya bersama PJT menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian makanan gratis kepada masyarakat.

“Pada 1 Maret lalu kami berkolaborasi dengan PJT mengadakan bakti sosial dengan membagikan sekitar 1.000 porsi bakso gratis. Kegiatan ini didukung para pedagang bakso asal Karanganyar yang ada di Bandung Raya,” ujarnya.

Sementara itu, Paguyuban Wong Sukoharjo Perantauan juga menggelar kegiatan berbagi 350 paket takjil gratis kepada masyarakat.

Ketua paguyuban tersebut, Gianto, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di kalangan perantau.

“Alhamdulillah kami bisa berkolaborasi dengan PJT untuk berbagi takjil kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan bisa terus berkelanjutan,” katanya.

Berbagai paguyuban daerah lain juga turut terlibat dalam rangkaian kegiatan Ramadan tersebut, di antaranya Papeling (Purbalingga), PRG (Grobogan), Cakra (Karanganyar), WSP (Sukoharjo), PWB (Banjarnegara), Pandito dan Info Cepat Wonogiri, Kalimasodo (Sragen), PWK (Klaten), YKKW (Demak), CPP (Purworejo), Paguyuban Tiang Jawi, Pewargi, SPK (Kebumen), serta GWS dan Pawaka (Cilacap).

Pelepasan Bus Gratis Pada 16 Maret

Rencananya, pemberangkatan mudik gratis akan dilakukan pada 16 Maret 2026 pukul 15.00 WIB di kawasan Lanud Husein Sastranegara Bandung.

Acara pelepasan dijadwalkan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, serta sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat Jawa Tengah.

Farhan berharap program ini tidak hanya menjadi sarana membantu perantau pulang kampung, tetapi juga mempererat solidaritas antarwarga Jawa Tengah di perantauan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan Ramadan dan mudik selesai, PJT Cabang Bandung Raya juga berencana menggelar halal bihalal bersama seluruh paguyuban perantau Jawa Tengah.

“Saya atas nama Ketua Satgas Mudik Bandung Raya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan ini. Semoga menjadi amal ibadah dan membawa manfaat bagi para perantau,” pungkas Farhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *