Jakarta (BRS) – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT PLN Indonesia Power mengadakan diskusi mengenai pentingnya budaya inklusif sebagai bagian dari keberlanjutan dalam dunia kerja, Jumat (21/11/2025).
Acara ini menghadirkan Ridho Hutomo, Director of Human Capital Management and Administration PT PLN Indonesia Power, dan Prof. Dr. Henndy Ginting.
Ridho menekankan bahwa transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kapasitas manusia untuk berubah dan bertumbuh.
PLN Indonesia Power telah mengimplementasikan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas manusia, termasuk upskilling dan pengembangan teknologi.
“Di PLN Indonesia Power, kami percaya bahwa inklusivitas, terutama bagi perempuan, merupakan aspek penting dalam mencapai keberlanjutan,” kata Ridho.
PLN juga telah membentuk komunitas Srikandi sebagai penggerak budaya keberlanjutan dan green culture.
Sementara itu, Prof. Dr. Henndy Ginting menambahkan bahwa perusahaan yang memahami pentingnya CSR akan membangun rasa bangga dan kepemilikan yang kuat di antara pegawainya.
“Tanpa manajemen yang solid dan perhatian terhadap budaya kerja jangka panjang, komitmen keberlanjutan hanya akan menjadi slogan,” Imbuhnya.
Acara ini juga dirangkaikan dengan tiga sesi tambahan serta peluncuran buku terbaru karya Dr. Aurik Gustomo yang membahas berbagai tema strategis. Seluruh sesi diisi oleh para akademisi, praktisi, dan pemimpin industri terkemuka.








