Bandung (BRS) – Dalam keterangan resminya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan proses evakuasi rangkaian KA 161 Bangunkarta yang mengalami anjlokan di Stasiun Bumiayu telah rampung pada Selasa (7/4) dini hari. Penanganan berjalan lancar berkat kolaborasi tim teknis KAI bersama personel TNI, Polri, dan unsur kewilayahan setempat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa setelah evakuasi dan perbaikan prasarana selesai, operasional kereta api di lintas Bumiayu mulai kembali pulih.
“Fokus utama kami adalah memastikan jalur aman dilalui sehingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal. Petugas telah melakukan penguatan konstruksi rel pasca evakuasi untuk menjamin keselamatan,” jelas Anne.
Sebagai bagian dari tahap pemulihan, kedua jalur di lokasi kejadian sudah dapat dilintasi sejak Selasa pagi, meski masih diberlakukan pembatasan kecepatan. Kereta barang KA 2718 (Karacibon Service) menjadi yang pertama melintas di jalur hulu pada pukul 04.04 WIB.
Sementara itu, jalur hilir dilalui pertama kali oleh KA PLB 255B (Jaka Tingkir) pada pukul 05.44 WIB. Hasil pemantauan petugas menunjukkan kondisi jalur dalam keadaan aman.
Untuk menjaga pelayanan, KAI juga memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi. Sebanyak 10 unit bus bantuan telah dikerahkan guna mengangkut penumpang yang terdampak agar tetap dapat melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Petugas di stasiun-stasiun terdampak tetap disiagakan untuk memberikan informasi serta menyalurkan kompensasi layanan berupa makanan dan minuman sesuai ketentuan.
“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian para pelanggan. Ke depan, pengawasan operasional akan terus diperkuat demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” tutup Anne.
Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kereta api secara real-time, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 atau layanan WhatsApp KAI di 0811-2223-3121.







