Bandung (BRS) – Kota Bandung kembali menegaskan eksistensinya sebagai magnet pariwisata Asia. Berdasarkan rilis platform perjalanan internasional Agoda, Bandung masuk jajaran tiga besar destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia sepanjang tahun 2025.
Pemeringkatan tersebut disusun dari data pemesanan akomodasi Agoda pada periode Januari hingga November 2025, yang dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024. Hasilnya, hanya tiga negara yang mendominasi daftar lima besar, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Dalam daftar tersebut, Bandung menempati posisi ketiga. Kota yang dikelilingi kawasan pegunungan ini dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, mulai dari bentang alam yang asri, udara sejuk, arsitektur kolonial, kekayaan budaya, hingga ragam kuliner khas yang terus menjadi magnet utama.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, tren kunjungan wisata menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2025. Hingga triwulan III, jumlah wisatawan yang berkunjung telah mencapai 6,5 juta orang, atau melonjak 84,14 persen dibandingkan Semester I di tahun yang sama.
Dari sisi minat wisata, sektor kuliner masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 60 persen dari total aktivitas wisata. Selebihnya tersebar pada sektor belanja, fesyen, dan wisata heritage.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya mengungkapkan, lonjakan kunjungan paling terasa terjadi pada akhir tahun. Sepanjang Desember 2025 saja, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung tercatat melampaui 1.070.131 orang.
“Sekitar 530 ribu wisatawan datang menggunakan moda kereta api, baik kereta jarak jauh maupun Kereta Cepat Whoosh. Sisanya, sekitar 45 persen menggunakan kendaraan pribadi dan bus rombongan,” kata Farhan di Bandung, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kereta api menjadi moda transportasi favorit wisatawan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang nyaman, cepat, dan efisien.
Jika dibandingkan periode Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan pada Desember mengalami lonjakan sekitar 25 persen. Pada bulan-bulan sebelumnya, rata-rata kunjungan wisatawan berada di kisaran 700 ribu orang per bulan.
Sementara itu, posisi pertama destinasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia versi Agoda ditempati Sa Pa, Vietnam. Kota pegunungan ini dikenal dengan panorama alamnya yang memukau, udara sejuk, serta hamparan terasering sawah, sekaligus menjadi akses menuju puncak Phang Xi Pang, gunung tertinggi di Indochina.
Peringkat kedua diraih Okayama, Jepang, yang terkenal dengan buah-buahan premium seperti persik putih dan anggur Muscat, serta kekayaan kuliner laut dan hidangan khas Barazushi. Dua kota Jepang lainnya, Matsuyama dan Takamatsu, masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima.
Adapun lima destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia versi Agoda 2025 adalah Sa Pa – Vietnam, Okayama – Jepang, Bandung – Indonesia, Matsuyama – Jepang, dan Takamatsu – Jepang.
Masuknya Bandung dalam jajaran destinasi wisata paling berkembang di Asia menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata kota. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi unggulan yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.








